Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

YLKI Ingatkan Transjakarta di Hari Pelanggan Nasional, Apa Saja?

PT Transjakarta lebih baik menanggapi keluhan pelanggan sebagai vitamin bagi perusahaan untuk meningkatkan layanannya menjadi semakin baik.

5 September 2021 | 08.26 WIB

Pegawai TransJakarta beraktivitas di Halte TransJakarta Harmoni, Jakarta, Rabu, 28 Juli 2021. Dari total kasus Covid-19 di lingkungan TransJakarta, jumlah tertinggi adalah divisi pelayanan dengan persentase 41,6 persen dari total kasus. Divisi pelayanan terdiri dari petugas layanan halte (PLH) dan petugas layanan bus (PLB). TEMPO/Muhammad Hidayat
Perbesar
Pegawai TransJakarta beraktivitas di Halte TransJakarta Harmoni, Jakarta, Rabu, 28 Juli 2021. Dari total kasus Covid-19 di lingkungan TransJakarta, jumlah tertinggi adalah divisi pelayanan dengan persentase 41,6 persen dari total kasus. Divisi pelayanan terdiri dari petugas layanan halte (PLH) dan petugas layanan bus (PLB). TEMPO/Muhammad Hidayat

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta -Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada peringatan Hari Pelanggan Nasional, 4 September 2021, mengingatkan PT Transjakarta sebaiknya menanggapi keluhan pelanggan sebagai masukan untuk perbaikan layanan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, pada kegiatan diskusi "Hari Pelanggan; Tije untuk Semua", di Jakarrta, Sabtu, 4 September 2021 mengatakan, PT Transjakarta lebih baik menanggapi keluhan pelanggan sebagai vitamin bagi perusahaan untuk meningkatkan layanannya menjadi semakin baik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Apa yang menjadi masukan ini merupakan konsultan gratis, sehingga sebaiknya direspon dengan positif," kata Tulus Abadi.

Pada kesempatan tersebut, Tulus mengapresiasi, Transjakarta yang terus memberikan pelayanan publik dengan baik meskipun pada kondisi pandemi Covid-19, baik pada pembangunan infratruktur maupun pengadaan armada bus, serta penerapan tarifnya yang sangat terjangkau.

"Infrastruktrur dan armada ini sangat penting. Kita tahu bahwa armada yang ada saat ini sudah baik, karena Transjakara tidak lagi memakai bus produksi China tapi sudah banyak menggunakan bus produksi Eropa. "Ini sudah lebih maju dibandingkan dengan negara lain," ucapnya .

Tulus juga menyebut, penerapan tarif untuk pelanggan, sejak bus Transjakarta beroperasi pada 2004 sampai saat ini masih tetap Rp3.500, tidak mengalami kenaikan.

Tulus juga menyatakan memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta yang dinilai telah memberikan perhatian dan dukungan besar, agar masyarakat dapat beralih ke transportasi massal seperti bus Transjakarta.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus