Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan pemerintah akan memanfaatkan lahan bekas perumahan DPR di Kalibata, Jakarta Selatan untuk membangun rumah hasil investasi dari Qatar. Jakarta Selatan. Adapun groundbreaking proyek yang menjadi bagian dari program 3 juta rumah itu dijadwalkan pada April 2025.
Menurut Fahri, ada sekitar 20 hektare lahan yang tersedia di kawasan tersebut. Lahan 20 hektare itu berada dalam satu blok, sedangkan 4 hektare lainnya berada di luar blok karena dibatasi rel kereta api.
“Kalau ditotal, di situ bisa 20 ribuan unit,” kata Fahri kepada wartawan di sela acara diskusi di Kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, pada Kamis, 27 Februari 2025. Rencananya, rumah yang akan dibangun adalah rumah susun sederhana milik atau rusunami. “Semuanya mengarah pada milik,” kata Fahri.
Ihwal harga rumah, Fahri berujar, pemerintah masih menghitung dan bernegosiasi soal biaya konstruksi. Namun, ia memastikan harga rumah yang dipatok akan terjangkau oleh masyarakat. Sebab, lahan yang digunakan merupakan lahan pemerintah dan pemerintah tidak akan mengambil keuntungan.
“Buat apa pemerintah mengambil untung dari jual tanah? Kan, nggak ada gunanya,” kata Fahri. “Untungnya pemerintah itu kalau rakyatnya bisa hidup di situ.”
Sebelumnya, rencana groundbreaking proyek perumahan hasil investasi dari Qatar disampaikan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. Adik kandung Presiden Prabowo Subianto itu berujar, Qatar akan membangun satu juta unit apartemen. Ia menyebut investasi yang didapat dari Qatar sekitar US$ 18-19 miliar atau setara Rp 295-327 triliun (dengan kurs rupiah 16.387 per dolar Amerika Serikat).
“Ini akan segera dimulai. Proyek pertama di bulan April setelah Lebaran saya dengar,” kata Hashim saat berpidato dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 di Hotel The Westin Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.
Hashim juga mengatakan Qatar telah berkomitmen memberi dukungan investasi untuk pembangunan 3 sampai 5 juta apartemen dan rumah di pedesaan. Tak cuma itu, Hashim sesumbar pemerintah Abu Dhabi lewat badan usaha milik negara (BUMN) Mubadala, juga bakal membangun 1 juta rumah. “Ini adalah FDI (Foreign Direct Investment), direct investment di property dan housing sector,” kata dia.
Ilona Estherina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Analis: Rupiah Ditutup Melemah, Besok Diprediksi Fluktuatif Cenderung Turun
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini