Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

UMKM Tergencet Impor, Teten Masduki Usul Produk Cina Berlabuh Dulu di Papua

Menteri Koperasi Teten Masduki mengusulkan supaya impor produk Cina masuk dari pelabuhan di Papua, tidak langsung masuk ke pasar Pulau Jawa.

29 Maret 2023 | 10.32 WIB

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi UKM Teten Masduki (kedua kanan), Dirjen Bea Cukai Askolani  (kanan), dan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto (kedua kiri) saat meninjau langsung tumpukan pakaian bekas yang telah di bungkus di Tempat Penimbunan Pebaean (TPP) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa 28 Maret 2023. Baju-baju bekas ini merupakan hasil penindakan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan Bareskrim Polri. 7.363 bal (balepressed) ini didapat dari sejumlah gudang-gudang penjualan domestik di berbagai titik. Tempo/Tony Hartawan
Perbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi UKM Teten Masduki (kedua kanan), Dirjen Bea Cukai Askolani (kanan), dan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto (kedua kiri) saat meninjau langsung tumpukan pakaian bekas yang telah di bungkus di Tempat Penimbunan Pebaean (TPP) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa 28 Maret 2023. Baju-baju bekas ini merupakan hasil penindakan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan Bareskrim Polri. 7.363 bal (balepressed) ini didapat dari sejumlah gudang-gudang penjualan domestik di berbagai titik. Tempo/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui bahwa produk buatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kalah saing dengan produk Cina. Karena itu, ia mengusulkan kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan agar jalur masuk produk impor dari Cina itu terintegrasi di Pelabuhan Sorong atau Jayapura, Papua.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Saya sudah usulkan ke Pak Mendag agar produk-produk impor jangan langsung masuk ke pasar di Jawa, jadi berlabuhnya produk impor itu katakanlah di Sorong atau Jayapura," ucapnya saat ditemui di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kawasan Industri Jababeka III, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa, 28 Maret 2023. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurutnya, langkah tersebut bisa menambah ongkos transportasi para importir. Dengan demikian, terdapat pengeluaran yang lebih besar sehingga harga produk Cina itu tidak terlalu murah. Alhasil, produk UMKM diharapkan bisa bersaing dengan produk impor di pasar domestik. 

Ia menilai langkah itu juga bagus untuk mendorong muatan lewat tol laut dari timur yang selama ini lebih sepi dibandingkan di barat. "Sehingga biaya logistik untuk produk-produk yang dikirim ke Indonesia timur itu dibebankan ongkosnya ke pengiriman dari barat," tutur Teten. 

Di sisi lain, menurut dia langkah ini juga memudahkan pihak terkait untuk mengawasi masuknya barang impor dari Cina. Dengan ditetapkannya satu tempat masuk, Bea Cukai dan aparat kepolisian bisa memastikan produk impor yang masuk dari pelabuhan lain adalah ilegal. 

Teten berharap upaya tersebut dapat melindungi pelaku UMKM dari gempuran produk Cina. Terlebih, tuturnya, Cina memang memiliki bahan baku tekstil yang lengkap sehingga produknya lebih murah dan diminati di dalam negeri. Hal itu membuat produk UMKM Indonesia tak kompetitif di pasar dalam negerinya sendiri.  

"Tapi Indonesia kan bisa juga ada restriksi yang dilakukan untuk melindungi produk lokal," ucapnya. 

Sebelumnya, Teten menekankan produk impor 17 persen pasar domestik. Kemudian produk impor ilegal menguasai 27,5 persen pasar dalam negeri. Di sisi lain, pakaian dan alas kaki bekas impor menguasai pasar Indonesia sebesar 43 persen.

"Ini kan sudah berlangsung lama sehingga produsen UMKM fashion yang masuk ke pasar domestik tergerus oleh produk impor ilegal dan tidak bisa bersaing," ucapnya. 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.



Riani Sanusi Putri

Riani Sanusi Putri

Lulusan Antropologi Sosial Universitas Indonesia. Menekuni isu-isu pangan, industri, lingkungan, dan energi di desk ekonomi bisnis Tempo. Menjadi fellow Pulitzer Center Reinforest Journalism Fund Southeast Asia sejak 2023.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus