Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

5 Daftar Kuliner Favorit Orang Indonesia saat Mengunjungi Seoul

Di Seoul, Korea Selatan, turis Indonesia akan berkunjung ke sejumlah destinasi populer, lantas berburu kuliner-kuliner tradisional.

28 Agustus 2018 | 14.00 WIB

Sejumlah menu khas Korea seperti Doenjang Jjigae, Topokki, Bulgogi, Kimchi dan Bibimbap yang disajikan pada acara promo Food for The Seoul di restoran Seasonal Tastes The Westin Jakarta, 15 Maret 2017. TEMPO/Luciana
Perbesar
Sejumlah menu khas Korea seperti Doenjang Jjigae, Topokki, Bulgogi, Kimchi dan Bibimbap yang disajikan pada acara promo Food for The Seoul di restoran Seasonal Tastes The Westin Jakarta, 15 Maret 2017. TEMPO/Luciana

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office mencatat, orang Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan sepanjang tahun lalu mencapai 230.837. Angka itu mengantarkan Indonesia menuju 10 besar negara penyumbang kunjungan turis asing terbanyak ke Korea Selatan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Rata-rata orang Indonesia melancong ke negeri gingseng tersebut karena tren Kpop. Adapun kota yang menjadi tujuan utama mereka ialah Seoul. Di Seoul, turis Tanah Air akan berkunjung ke sejumlah destinasi populer, lantas berburu kuliner-kuliner tradisional. Menyantap kuliner setempat adalah salah satu aktivitas yang dapat dilakukan untuk merasakan sensasi menjadi warga lokal.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bila sedang ke Seoul, inilah lima kuliner favorit para turis Indonesia menurut catatan KTO.

1. Tteokbokki

Ini adalah sejenis makanan ringan bagi penduduk lokal. Orang Indonesia menyebutnya kue beras karena dibuat dari tepung beras. Tteokbokki dimasak dengan campuran sayuran dan perkedel ikan. Semua komplemen itu direndam bersama gochujang atau pasta cabai Korea, yang rasanya tidak terlalu pedas dan cenderung manis. Daya tarik penganan ini adalah teksturnya yang kenyal.

Nokdujeon adalah kue dadar khas Korea Selatan yang dibuat dengan campuran kacang hijau, sayuran, dan daging. (koreanbapsang.com)

2. Nokdujeon

Orang Barat menyebutnya pancake. Kuliner yang satu ini adalah kue dadar khas Korea Selatan yang dibuat dengan campuran kacang hijau, sayuran, dan daging. Ada versi halal dan tidak halal. Bahan-bahan tersebut dicampur jadi satu menjadi sebuah adonan. Lantas, digoreng atau didadar. Makanan ini menjadi favorit orang untuk mengemil bila enggan menyantap hidangan berat.

3. Galchijorim

Penganan ini adalah penganan berupa hidangan laut yang dibuat dari ikan layur, lobak putih, dan rempah-rempah kaya sebagai bumbunya. Seperti sayur ikan, semua komplemen itu dimasak dengan cara direbus. Orang Indonesia bisa memakannya dengan nasi hangat.

4. Jeontongcha

Ini adalah teh Korea yang terkenal. Biasanya penduduk lokal meminumnya untuk obat atau kesehatan. Namun dikonsumsi saban hari. Teh ini dicampuri dengan bahan-bahan alami lain yang sudah difermentasi. Rasa dan aromanya sedap. Tentu ini surga bagi para penikmat teh.

Gimbap, salah satu sajian Korea yang serupa dengan sushi berukuran kecil atau sekali lahap. Penganan itu terbuat dari nasi, sayuran, ham atau daging sapi yang diasinkan, telur goreng, lobak putih yang diasinkan, lalu digulung dengan rumput laut. (Pinterest.com)

5. Gimbap

Jenis kuliner ini sudah masuk ke Indonesia dan telah populer. Gimbap adalah hidangan seperti sushi berukuran kecil atau sekali lahap. Penganan itu terbuat dari nasi, sayuran, ham atau daging sapi yang diasinkan, telur goreng, lobak putih yang diasinkan, lalu digulung dengan rumput laut. Biasanya makanan ini disantap untuk teman makan berat.

 

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

 

Francisca Christy Rosana

Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus