Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Bahaya Pakai Lensa Kontak tanpa Resep Dokter

Jangan sembarangan pakai lensa kontak tanpa resep dokter. Risikonya mulai dari kornea tergores sampai kebutaan.

3 Januari 2020 | 19.00 WIB

lensandframes.com
Perbesar
lensandframes.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Lensa kontak yang digunakan tanpa resep dokter akan berujung pada kebutaan. Ini sebabnya, American Academy of Ophthalmology (AAO) memberi peringatan pada mereka yang gemar menggunakan lensa kontak unik saat Halloween untuk mengerti risiko penggunaan lensa kontak itu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Meski menjual lensa kontak tanpa resep dokter dinyatakan ilegal, masih banyak saja toko kosmetik, toko kostum, dan situs yang menjual lensa kontak secara bebas. Lensa kontak ilegal tersebut kerap dibubuhi iklan “cocok untuk semua jenis mata” atau “tidak butuh resep dokter”.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lensa kontak seperti itu justru membahayakan kesehatan mata. Menurut AAO lewat situs rsminya, pernah ada seorang remaja perempuan harus merelakan mata kirinya karena bagian luar kornea matanya sobek, beberapa jam setelah menggunakan lensa kontak tanpa resep dokter yang dibeli di sebuah toko perhiasan. Para dokter spesialis mata mengingatkan bahaya penggunaan lensa kontak tanpa resep.

Menggores mata
Jika lensa kontak tidak sesuai dengan ukuran mata, mereka akan menggores bagian terluar kornea atau yang disebut corneal abrasion. Corneal abrasion tidak hanya menyakitkan namun juga dapat menyebabkan kerusakan permanen. Laura Butler, remaja yang harus merelakan mata kirinya setelah menggunakan lensa kontak tanpa resep selama 10 jam berujar, “Rasanya sangat menyakitkan, ia tidak dapat keluar, bola mata saya seperti terisap."

Butler kini harus merelakan adanya luka pada kornea mata kiri, penglihatannya pun tidak lagi maksimal sebab kelopak matanya berangsur-angsur menurun.

Infeksi
Riset menunjukkan penggunaan lensa kontak tanpa disertai resep dokter meningkatkan risiko infeksi mata yang disebut keratitis sebanyak 16 kali lebih besar. Pengobatan pertama saat seseorang terserang keratitis atau peradangan pada kornea mata adalah menggunakan antibiotik atau obat tetes, namun pada beberapa kasus, keratitis harus ditangani dengan operasi seperti transplantasi kornea. Robyn Rouse harus melakukan operasi setelah mengalami infeksi akibat menggunakan lensa kontak yang ia beli tanpa resep dokter, 12 tahun pascaoperasi, penglihatan Rouse belum 100 persen pulih. Ia kerap menggunakan tetes mata untuk menjaga mata kirinya agar tidak kering.

Mata merah
Jangan pernah sesekali bertukar lensa kontak. Pertukaran lensa kontak hanya akan memicu bakteri untuk berkembang sehingga menyebabkan mata merah. Mata merah dapat menular namun dapat segera diatasi dengan obat tetes mata mengandung antibiotik.

Penglihatan terganggu
Goresan pada kornea mata atau infeksi yang disebabkan oleh penggunaan lensa kontak tanpa disertai resep dokter membuat penglihatan terganggu, buram atau kabur.

Kebutaan
Bukan untuk menakut-nakuti, menggunakan lensa kontak tanpa disertai resep dokter dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata atau buta. Seorang penyintas yang berhasil melewati operasi sebanyak 10 kali dan saat ini harus hidup hanya dengan satu mata, Julian Hamlin, menyesali perbuatannya. Hamlin kerap bergonta-ganti lensa kontak untuk mengubah warna asli matanya dan berujung pada kebutaan.

“Satu malam Halloween sangat tidak sepadan dengan penglihatan Anda. Jika ingin menggunakan lensa kontak untuk melengkapi kostum yang dikenakan, hindari lensa kontak yang 'cocok untuk semua jenis mata'. Lindungi mata dengan menggunakan lensa kontak sesuai dengan resep dokter,” jelas Thomas L. Steinemman, perwakilan dari AAO.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus