Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Justin Bieber mengaku didiagnosis menderita penyakit lyme atau Lyme disease setelah merasa terganggu dengan berbagai tuduhan dari orang-orang mengenai penampilannya saat ini. Bukan hanya itu, Justin Bieber juga mengaku menderita mononukleosis ‘mono’ kronis serius yang memengaruhi kulit, fungsi otak, maupun kesehatannya secara menyeluruh. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan penyakit lyme yang diderita pelantun lagu ‘love yourself’ ini?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut Medical Editor dari SehatQ, Reni Utari, penyakit lyme adalah penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu berkaki hitam yang terinfeksi oleh bakteri Borrelia burgdoferi. Bakteri ini didapat setelah kutu menggigit tikus atau rusa yang terinfeksi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selanjutnya, saat kutu tersebut menggigit kulit manusia, bakteri ini ditularkan. Bakteri pun akan memasuki kulit dan akhirnya masuk ke aliran darah. Untuk menularkan bakteri, seekor kutu membutuhkan waktu 24-48 jam berada pada kulit Anda.
Dalam beberapa hari gigitan, bakteri dapat pindah ke sistem saraf pusat, otot, persendian, mata, dan jantung. Perkembangan penyakit ini bisa bervariasi, tergantung pada individu masing-masing. Reni menambahkan bahwa memang terdapat laporan yang menunjukkan jika penyakit ini pernah terjadi di Indonesia walau hal ini jarang terjadi.
Gejala penyakit lyme yang muncul pada setiap individu pun bisa berbeda-beda. Menurut Reni gejala awal penyakit lyme biasanya muncul 3-30 hari setelah gigitan kutu. "Namun, bisa juga muncul setelah beberapa hari, atau bahkan beberapa bulan setelah gigitan," katanya seperti dilansir SehatQ 9 Januari 2020.
Berikut beberapa gejala penyakit lyme yang harus Anda waspadai, di antaranya:
1. Ruam
Ruam merah awalnya muncul di lokasi gigitan kutu, yang kemudian bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Ruam tersebut memiliki titik merah sentral yang dikelilingi oleh lingkaran merah lebar di luar. Ini umumnya tidak terasa gatal, namun menjadi tanda bahwa infeksi telah menyebar di dalam jaringan kulit.
2. Kelelahan
Kelelahan menjadi gejala Lyme yang paling sering terjadi. Kelelahan yang terjadi berbeda dengan kelelahan biasanya, bahkan bisa sangat parah dan menyelimuti seluruh tubuh. Dalam sebuah studi pada tahun 2013, 76 persen orang dewasa penderita Lyme melaporkan bahwa dirinya mengalami kelelahan.
3. Sendi kaku dan nyeri
Nyeri dan kaku pada sendi dapat menjadi gejala awal penyakit lyme. Sendi juga mungkin akan meradang, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh. Rasa nyeri yang terjadi bisa berpindah-pindah, misalnya hari ini terjadi di lutut, lalu keesokannya pindah ke leher. Masalah ini dapat memengaruhi lebih dari satu sendi dan paling sering melibatkan sendi besar.
3. Sensitif terhadap cahaya dan penglihatan kabur
Sensitif terhadap cahaya bisa membuat Anda tidak nyaman. Sebuah studi melaporkan bahwa sensitivitas cahaya ini terjadi pada 16 persen orang dewasa yang mengalami penyakit lyme di fase awal. Selain itu, dalam studi yang sama, sebanyak 13 persen orang juga melaporkan bahwa mengalami penglihatan kabur.
4. Perubahan suasana hati
penyakit lyme dapat memengaruhi suasana hati Anda. Anda mungkin menjadi lebih mudah marah, cemas, atau tertekan. Sebuah studi melaporkan 21 persen penderita Lyme di fase awal melaporkan bahwa dirinya menjadi cepat marah. Sementara, 10 persen penderita dalam penelitian melaporkan mengalami kecemasan.
5. Sakit kepala, pusing, dan demam
penyakit lyme juga memiliki gejala mirip flu, seperti sakit kepala, pusing, demam, dan nyeri otot. Sekitar 50 persen orang yang terkena penyakit lyme menunjukkan gejala layaknya flu dalam waktu seminggu setelah terinfeksi. Meski sulit membedakan gejala penyakit ini dengan flu biasa, namun umumnya gejala ini datang dan pergi.
6. Gangguan tidur
Gangguan tidur pada penderita Lyme seringkali terjadi. Nyeri sendi, berkeringat, atau menggigil di malam hari dapat membangunkan Anda ketika tertidur. Bahkan dalam sebuah studi tahun 2013, dilaporkan bahwa 41 persen orang dewasa penderita Lyme mengalami gangguan tidur.
7. Masalah neurologis
Bakteri lyme dapat memengaruhi satu atau lebih saraf kranial yang memainkan peran besar dalam gerak tubuh manusia. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh Anda kurang keseimbangan atau menunjukkan gerakan yang kurang terkoordinasi. Selain itu, ketika bakteri tersebut menyerang saraf wajah, maka dapat menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan otot pada satu ataupun kedua sisi wajah.
8. Gangguan kognitif
Terdapat banyak jenis dan tingkat gangguan kognitif, seperti sulit berkonsentrasi, lama mencerna informasi, ataupun susah mengingat suatu hal. Dalam sebuah penelitian, 74 persen anak-anak dengan penyakit lyme yang tak diobati melaporkan bahwa mereka mengalami gangguan kognitif. Sementara, 24 persen orang dewasa penderita penyakit ini melaporkan dirinya mengalami kesulitan berkonsentrasi. Bahkan pada kasus yang parah dapat menyebabkan kehilangan ingatan.
Selain itu, gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu masalah jantung (detak jantung tak teratur), peradangan mata, dan hepatitis. Banyaknya gejala Lyme yang mirip dengan gejala penyakit lain terkadang membuat penyakit ini sulit didiagnosis. Namun, memeriksakan diri pada dokter merupakan cara terbaik yang harus dilakukan untuk mendeteksi dan mengatasi penyakit ini.
SEHATQ