Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Retinol sering digunakan untuk perawatan kulit untuk melawan penuaan. Namun, di samping manfaat, ternyata retinol juga memiliki efek samping yang berbahaya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ahli kecantikan untuk Skinbetter Science, Amanda von dem Hagen, mengatakan retinol merupakan bahan standar dalam perawatan kulit dengan kemampuan melawan sel-sel penuaan sehingga akan terlihat lebih muda.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Zat ini menghaluskan tekstur kulit, meningkatkan cahaya kulit, dan mengatasi penuaan," kata Von dem Hagen.
Dilansir dari Healthline, retinol adalah sejenis retinoid yang terbuat dari vitamin A. Retinol tidak mengangkat sel kulit mati, seperti banyak produk lain untuk kulit dewasa. Sebaliknya, molekul kecil yang membentuk retinol akan masuk jauh di bawah epidermis atau lapisan luar kulit ke dermis.
Begitu berada di lapisan tengah kulit, retinol akan membantu menetralisir radikal bebas serta meningkatkan produksi elastin dan kolagen, yang menciptakan efek mengencangkan kulit. Retinol juga kadang-kadang digunakan untuk membantu mengobati jerawat serta jaringan parut. Kondisi khusus seperti jerawat parah biasanya diobati melalui resep retinoid bersama obat lain yang membantu menghilangkan peradangan dan bakteri.
Terakhir, retinol ini memiliki efek pengelupasan pada permukaan kulit yang dapat membantu memperbaiki tekstur dan warna kulit. Untuk mencapai hasil terbaik produk perawatan kulit yang mengandung retinol, Anda dianjurkan untuk menggunakannya setiap hari dan hasil akan terlihat secara signifikan dalam beberapa minggu.
Akademi Dermatologi Amerika membagikan tips penggunaan retinol di malam hari beikut, yang bisa dikolaborasikan dengan pelembab.
-Cuci muka
-Keringkan wajah
-Oleskan retinol
-Tunggu beberapa menit, lalu oleskan pelembab