Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Kesiapan Airnav Indonesia Hadapi Peningkatan Arus Lebaran 2025

AirNav Indonesia memprediksi pergerakan lalu lintas angkutan udara mengalami kenaikan hingga 4 persen pada Lebaran 2025

27 Februari 2025 | 21.43 WIB

Ilustrasi mudik dengan pesawat terbang. ANTARA/Fransisco Carolio
Perbesar
Ilustrasi mudik dengan pesawat terbang. ANTARA/Fransisco Carolio

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Tangerang - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, memprediksi pergerakan lalu lintas angkutan udara mengalami kenaikan hingga 4 persen pada Lebaran 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Diperkirakan peningkatan hingga 4 persen," ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, Capten Avirianto Suratno usai acara Silatuhrahmi Komunitas Penerbangan di Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang, Kamis 27 Februari 2025.  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lebaran tahun lalu, Airnav Indonesia melayani 9000 lebih penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan di seluruh Bandar Udara di Indonesia. Avirianto menyatakan Airnav Indonesia telah siap menyambut periode Angkutan Lebaran 2025 dengan memastikan kesiapan layanan navigasi udara guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik. 

Menurut dia, dengan meningkatnya jumlah penerbangan selama musim libur Lebaran mendatang, AirNav Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga keselamatan, efisiensi, dan ketepatan waktu penerbangan di seluruh wilayah udara Indonesia." Seperti optimalisasi rute dan manajemen ruang udara, kesiapan personel dan fasilitas infrastruktur navigasi, inovasi layani serta sinergitas dengan stakeholder penerbangan," kata Avirianto. 

Tingkatkan keselamatan penerbangan  

Terkait dengan peningkatan penerbangan saat angkutan Lebaran, Airnav Indonesia mengumpulkan seluruh komunitas penerbangan seperti kementerian perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, operator bandara, BMKG, ikatan pilot, komunitas penerbang, serta instansi terkait lainnya. "Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan, efisiensi operasional, dan inovasi layanan navigasi udara di tengah perubahan lanskap industri penerbangan," kata Avirianto. 

Avirianto menjelaskan, silatuhrahmi bersama komunitas penerbangan sangat penting dilakukan apalagi menjelang momen angkutan Lebaran 2025. Salah satu yang disikapi adalah komunikasi yang baik antara pilot dan petugas Air Traffic Control atau ATC. "Yang bekerja di ruang udara itu harus mempunyai tanggung jawab adalah keselamatan untuk masyarakat seluruh Indonesia. Dan memang ini agak susah, tapi antara pilot sama air traffic control sebenarnya kompak. Tapi harus ada yang bisa menyatukan," ucapnya.  

Satukan Pilot dan Petugas ATC

Pada forum kali ini, kata Avirianto, sudah bisa disatukan untuk selamanya, sehingga tidak ada perbedaan antara pilot dengan air traffic control. "Jadi kita bisa menjaga langit angkasa kita itu aman," kata dia.  

Pada forum diskusi antar instasi terkait penerbangan itu ditampilkan video simulasi keselamatan pesawat. Video simulasi itu ditampilkam agar semua orang bisa lihat apa yang terjadi kalau terjadi emergency landing. "Jadi satu-satu bisa dilihat apa kerjanya pilot, kerjanya ATC, firefighting, ambulana, dan lain-lain lah. Itu harus menjadi satu, tidak bisa terpisah. Karena kalau miskomunikasi, yang terjadi tidak akan sukses untuk emergency-nya," kata Avirianto.  

Untuk itu, kata Avirianto, dibutuhkan sinergi inergi dalam menghadapi tantangan seperti peningkatan permintaan penerbangan domestik, persaingan moda transportasi, serta modernisasi armada penerbangan. “Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan operator bandara untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas udara. Dengan kolaborasi yang solid, kami optimis dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan penerbangan di Indonesia,” kata Avirianto.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus