Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Seorang kurir paket, Muamar Qadafi, laki-laki usia 22 tahun menjadi korban peluru nyasar saat melintas di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus yang mengenai perut korban.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kasusnya sedang dalam penyelidikan oleh Unit Satreskrim. Saat ini, tim sedang mengumpulkan bukti untuk mengetahui sumber peluru yang mengenai korban," ujar Kasi Humas Polres Bima Kota Inspektur Polisi Dua Ipda Baiq Fitria Ningsih melalui keterangan tertulis pada Rabu, 26 Februari 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berdasarkan keterangan korban, dia sedang mengendarai motor dari arah pelabuhan menuju rumahnya di Desa Naru, Kecamatan Sape. Saat melintas di depan salah satu bengkel di Desa Bugis, dia mengaku mendengar suara ledakan dari dalam bengkel.
"Tiba-tiba korban merasakan benda kecil yang menghantam perut kirinya. Setelah diperiksa, ia melihat ada darah keluar dari perutnya," kata Fitria.
Setelah meminta bantuan kepada warga sekitar, Muamar dilarikan ke Puskesmas Sape. Namun, kemudian dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. "Tim medis masih terus melakukan tindakan dan perawatan terhadap korban," ujar Fitria.
Tim Inafis Polres Bima Kota bersama Polsek Sape melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu pagi. CCTV di sekitar TKP juga dicek guna mengumpulkan bukti dan mempersempit pencarian pelaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dipastikan bahwa peluru yang mengenai korban berasal dari senapan angin. Polisi menyebut akan mengusut tuntas insiden ini dan membekuk pelakunya.
Pilihan Editor: Polisi Tipu Polisi Rp 850 Juta di Sumut Pilih Berdamai