Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) ditemukan tewas di rumah kos pada Jumat, 8 Maret 2019 sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian ini menambah daftar mahasiswa Unpad yang tewas sebelumnya akibat bunuh diri.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Kami harus memperkuat preventif,” kata Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, merespons peristiwa tersebut, Sabtu, 9 Maret 2019.
Korban berinisial AH, merupakan mahasiswa program studi Peternakan di Fakultas Peternakan Unpad angkatan 2016. Warga menemukan korban telah meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Dusun Mekar Asih RT 04/RW 13, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Kepolisian telah melakukan proses olah tempat kejadian perkara. Sampai saat ini pihak kepolisian masih terus menyelidiki dan mengumpulkan informasi terkait meninggalnya AH. Pihak Unpad menolak memberikan klarifikasi soal dugaan bunuh diri mahasiswanya itu.
Berdasarkan infomasi dari pihak fakultas, AH sedang menjalani perkuliahan semester enam. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) AH tercatat 3,88. Sementara data dari Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, AH memiliki rekam jejak akademik yang sangat baik dan termasuk dalam kriteria unggul.
Sebelumnya dalam kurun sepekan, dua mahasiswa Unpad tewas bunuh diri. Korban berinisial MB, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah 2012, meninggal 18 Desember 2018. Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Mumuh Muhsin Zakaria lewat siaran pers Unpad mengatakan, kabar tewasnya mahasiswa itu diketahuinya pada Selasa, 18 Desember 2018, pukul 04.00 WIB. Dua jam kemudian bersama staf lain, mereka datang ke rumah duka.
Berdasarkan catatan data akademik, MB dinilai tidak bermasalah. Bernilai Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) hampir 3, ia tengah mengerjakan tugas akhir (skripsi). Pihak keluarga menyatakan MB tidak punya masalah akademik dan pergaulan.
Setelah itu, Senin 24 Desember 2018, mahasiswa lain dikabarkan meninggal. RWP, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Keluatan (FPIK) Unpad ditemukan tak bernyawa setelah bunuh diri di kamar kontrakannya dekat kampus pukul 06.00 WIB.
Menurut Tri Hanggono pihaknya sudah lama menyiapkan proses-proses yang tidak konservatif dan pasif dengan berbagai aspek. “Tapi variasi karakteristik anak berbagai macam,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arry Bainus mengatakan civitas akademika Unpad prihatin terhadap kasus-kasus kematian mahasiswa seperti itu. “Memang seperti bertubi-tubi,” katanya. Menurut Ari peristiwa meninggalnya mahasiswa Unpad itu kasuistis atau orang per orang. “Kasus ini bukan sistematis, tidak bisa digeneralisir,” kata dia.