Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Hamas menyerahkan empat jenazah sandera warga Israel sebagai bagian dari pakta gencatan senjata perang Gaza. Penyerahan jenazah ini, ditukar dengan pembebasan ratusan tahanan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Reuters mewartakan empat jenazah ini adalah sandera warga Israel terakhir yang ditahan Hamas. Jenazah itu ditukar dengan pembebasan 620 tahanan warga Palestina di penjara Israel.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Serah-terima sandera ini sempat terkendala karena Israel tak mau ada selebrasi pembebasan sandera yang biasa dilakukan Hamas. Namun Mesir meyakinkan sehingga serah-terima ini bisa berlangsung, tanpa selebrasi seperti keinginan Israel.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Kamis dini hari, 27 Februari 2025, pihaknya telah menerima empat jenazah warga Israel yang dimasukkan dalam peti mati. Otoritas Israel saat ini mengidentifikasi jenazah tersebut untuk diserahkan ke keluarga masing-masing
Hamas sebelumnya mengidentifikasi jenazah itu bernama Tsachi Idan, Itzhak Elgarat, Ohad Yahalomi dan Shlomo Mantzur. Semua adalah jenazah perempuan yang diculik Hamas dari rumah mereka di kibbutz, dekat Gaza dalam serangan 7 Oktober 2024.
Kesepakatan gencatan senjata Israel Hamas saat ini sangat rapuh dan mengalami banyak kemunduran. Namun untungnya, sebagian besar sandera sudah dibebaskan.
Gencatan senjata Israel Hamas tahap pertama diperkirakan berakhir pada pekan ini. Sedangkan tahap berikutnya, mulai berlaku pekan depan, yang ditujukan untuk mengakhiri perang. Gencatan senjata tahap berikutnya belum jelas benar sebab Hamas mengatakan belum menerima proposal apapun sejauh ini.
Perjanjian gencatan senjata telah berlaku di Gaza sejak 19 Januari, menghentikan perang Israel yang telah menyebabkan kerusakan luas dan meninggalkan daerah kantong Palestina itu dalam reruntuhan. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November tahun lalu untuk Perdana Menteri Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di daerah kantong tersebut.
Pilihan editor: Israel dan Hamas Sepakati Pertukaran Tawanan Baru, Ratusan Tahanan Palestina Segera Dibebaskan
Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini