Munculnya pernyataan Guruh Soekarno Putra mengenai kesiapan dirinya untuk dicalonkan menjadi presiden RI merupakan suatu sejarah baru bagi kehidupan demokrasi di Indonesia. Selama ini seseorang menyatakan pencalonannya karena merasa menerima iwangsitr, tapi Guruh tampil dengan sejumlah tanggung jawab dan alasan yang logis. Bagi saya, hal di atas bukan hanya sekadar tindakan positif, tapi merupakan sesuatu yang memang harus dilakukan. Setelah 24 tahun lebih Orde Baru memimpin, agaknya sudah saatnya bagi bangsa Indonesia untuk melihat berbagai alternatif kepemimpinan nasional. Seandainya Guruh dan beberapa calon lainnya akhirnya gagal terpilih, itu soal lain. Yang terpenting: masyarakat harus selalu mempunyai berbagai pilihan dalam menyelesaikan suatu masalah. Bila kebiasaan calon tunggal masih tetap dipertahankan, akan terbayang suatu usaha pembakuan sistem politik. Masalah yang mendasar bahwa sebagian anggota masyarakat tidak punya keberanian berpendapat. Seandainya keberanian itu ada maka akan selalu kita lihat bahwa demokrasi memberi kesempatan untuk memilih yang terbaik. Di sini yang saya maksud keberanian berpendapat tidak berarti haruslah meledakledak dan destruktif, tapi pendapat itu adalah suatu ide yang masuk akal dan tetap berpijak pada realitas. Berbagai kebijakan yang diambil pemerintah hampir selalu diterima dengan lapang dada oleh para wakil rakyat. Para anggota DPR hampir selalu mengeluarkan pendapat yang tidak jauh dari kebijakan tersebut. Bangsa Indonesia dianugerahi Tuhan suatu sifat toleran, ramah, kekeluargaan, dan sebagainya. Ini adalah suatu kelebihan, tapi pada situasi tertentu juga menjadi kekurangan bangsa Indonesia. Sifat tersebut akan menjadi suatu kendala bila tidak ditempatkan pada tempat yang tepat dan diterapkan secara tidak proposional. Demikian pula bila rasa segan yang demikian besar tetap dipelihara, maka yang terjadi adalah pribadipribadi yang senantiasa berkeluh kesah dalam hati. Dengan adanya keberanian Guruh itu saya mengharapkan timbulnya suatu stimulan dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Masyarakat akan mengambil suatu hikmah dan pelajaran bahwa bagi suatu bangsa adalah penting untuk memiliki tokohtokoh yang selalu mampu menyampaikan apa yang menjadi pikirannya, idenya, dan citacitanya. Sulit untuk mencapai kemajuan bila suatu negara dipenuhi oleh orangorang yang skeptis karena kecewa melihat peluangnya untuk berpendapat. Ini semua sebenarya adalah bagian dari pendidikan politik yang amat penting, tidak kalah pentingnya dengan sektor lain yang senantiasa diusahakan. Maka saya sangat kecewa bila ada yang mengatakan bahwa tampilnya Guruh adalah sekadar mencari popularitas. TJATUR H. Mahasiswa Unpar Bandung
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini