Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Jokowi: Niat Membentuk Danantara Sangat Baik

Jokowi memuji Presiden Prabowo yang membentuk Danantara. Menurut Jokowi, niat membentuk Danantara sangat baik.

27 Februari 2025 | 09.31 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (kanan) dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menekan tombol bersama seraya meluncurkan secara resmi Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Perbesar
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (kanan) dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menekan tombol bersama seraya meluncurkan secara resmi Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden ketujuh, Joko Widodo, menanggapi pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Jokowi mengatakan pengelolaan aset badan usaha milik negara (BUMN) bisa lebih produktif dan bermanfaat jika dikonsolidasikan di bawah payung badan yang kini dikepalai Rosan Perkasa Roeslani tersebut.

“Kalau saya melihat, niat membentuk Danantara ini sangat baik,” ujar Jokowi saat ditemui wartawan di Solo, Jawa Tengah, Rabu petang, 26 Februari 2025. 

Jokowi dan Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri peluncuran BPI Danantara di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2025. Sejumlah politikus Koalisi Indonesia Maju dan pejabat di lingkaran Istana Negara menyebut Jokowi ditawari Presiden Prabowo Subianto menjadi Dewan Penasihat Danantara.

Narasumber yang sama mengatakan Jokowi sempat memberi masukan kepada Prabowo soal Danantara, terutama perihal pemisahan kewenangan antara Kementerian BUMN dan Danantara. Jokowi meminta Prabowo tak mengopongkan fungsi kewenangan Kementerian BUMN setelah Danantara terbentuk.

Baca juga: Bertemu Puan Maharani di Peluncuran Danantara, Jokowi Sempat Tanyakan Kabar Megawati

Saat menjabat sebagai presiden, Jokowi pernah berkeinginan menjadikan BUMN sebagai superholding. Jokowi menyinggung sejumlah negara telah berhasil mengelola investasi dengan jumlah aset yang besar. Ia mencontohkan Singapura yang sukses dengan Temasek-nya.

“Abu Dhabi punya Investment, Singapura memiliki Temasek, dan Malaysia memiliki Khasanah. Saya kira kalau aset-aset yg ada bisa dikonsolidasikan dan lebih produktif itu akan lebih bermanfaat bagi bagi rakyat,” kata Jokowi.

Jokowi berharap di Danantara, pengelolan BUMN jauh lebih baik. Sebab pengelolaan badan usaha akan diserahkan kepada profesional yang memiliki jam terbang yang tinggi di bidang tersebut. 

Di sisi lain, Jokowi mengakui ada rencana Danantara akan menggandeng mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair sebagai dewan pengawas. Namun menurut Jokowi, rencana itu belum final. “Belum ada keputusannya. Setahu saya itu. Tolong ditanyakan lagi ke CEO-nya jangan ke saya,” tutur mantan Gubernur Jakarta itu.

Pilihan editor: Resmikan Bank Emas, Prabowo Minta Maaf ke Jokowi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus