Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Kubu Prabowo Usulkan KPU Kurangi Undangan di Debat Pilpres Kedua

Priyo Budi Santosa usulkan untuk mengurangi jumlah undangan penonton di debat pilpres kedua.

25 Januari 2019 | 16.57 WIB

Capres nomor urut 01 Joko Widodo atu Jokowi (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. ANTARA/Setneg-Agus Suparto
Perbesar
Capres nomor urut 01 Joko Widodo atu Jokowi (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. ANTARA/Setneg-Agus Suparto

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengurangi jumlah undangan penonton di debat pilpres kedua. Apabila tidak dikurangi, Priyo mengusulkan untuk menggunakan format debat pilpres 2014.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Pada debat pertama KPU mengundang sekitar 500 tamu undangan, dengan pembagian 100 bagi masing-masing paslon, dan 300 tamu undangan KPU. Format ini kata Priyo, menyulitkan mereka membagikan undangan karena banyaknya permintaan dari tokoh partai, dan pihak-pihak lain yang ingin menonton secara langsung.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600


“Tetapi kalau KPU, karena satu dan lain hal tetap mempertahankan angka 500, maka kami menganjurkan KPU kembali ke format debat 2014. 500 undangan terdiri dari 200 dari 01, 200 02, baru 100 silakan kpu mengundang tokoh-tokoh lainnya,” ujar Priyo kepada wartawan di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat 25 Januari 2019.

Menurut Priyo ada usulan lainnya yang dituturkan Ketua KPU Arief Budiman soal format penonton debat. Arief mengusulkan untuk menghilangkan 50 kursi di belakang paslon, seperti pada debat pertama. Ia menyarankan kursi panggung kehormatan itu, untuk dikembalikan ke format konvensional di kursi audiens.

Menurut Priyo pada pelaksanaannya kemarin, penempatan 50 tokoh-tokoh nasional pendukung masing-masing paslon itu dirasa menganggu konsentrasi publik, terhadap penjelasan visi misi. Politikus Partai Berkarya ini pun menyatakan sepakat dengan usulan Arief ini. “Coba saja kita lihat, ada kemungkiman besar memang tempat duduk tersebut ditiadakan,” kata dia.

Debat capres kedua akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Debat akan bertemakan isu sumber daya alam, energi dan pangan, lingkungan hidup, serta infrastruktur. Debat juga akan disiarkan di stasiun televisi Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), GTV, MNC TV, dan Inews TV

Adapun format debat pilpres kedua tersebut hanya mempertemukan capres nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi dan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Dalam debat ini, cawapres baik Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno tak akan ikut mendampingi di atas panggung.

FIKRI ARIGI

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus