Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mobil listrik saat ini belum terlalu populer. Penyebabnya, selain harga yang sangat mahal, kapasitas simpan baterai masih minim. Untuk pengisian baterai pun membutuhkan waktu lama dan tempat khusus. Pendek kata, memakai mobil listrik itu ribet.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Di Swedia, para ilmuwan mulai memikirkan bagaimana mengisi baterai mobil listrik dengan cara mudah, tak buang banyak waktu, dan pastinya praktis. Setelah melalui proses penelitian panjang, lahirlah eRoadArlanda, jalan raya sebagai pemasok listrik.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Prinsip kerjanya cukup sederhana. Kendaraan yang melewati jalan berlistrik dapat mengisi baterai sembari jalan tanpa harus berhenti terlebih dulu. Cara itu jauh lebih efektif dan mudah dibanding yang ada saat ini.
Selama ini mobil listrik dihadapkan pada dua masalah besar, yakni harga yang mahal dan daya tahan baterai yang terbatas, terutama untuk perjalanan jauh. Dengan adanya jalan berlistrik ini, kedua masalah tersebut diharapkan bisa diatasi.
Hans Saell, juru bicara proyek eRoadArlanda, optimistis dengan proyek jalan berlistrik ini. Seandainya teknologi ini bisa diterapkan, mengisi baterai mobil listrik akan jauh lebih mudah. Selain itu, ukuran baterai, yang menjadi salah satu komponen termahal dari mobil listrik, bisa lebih kecil.
Jarak tempuh mobil listrik yang terbatas juga bisa dihilangkan. Saat ini sudah ada beberapa investor yang melirik proyek dengan biaya amat besar ini untuk diwujudkan menjadi kenyataan.
Proyek eRoadArlanda didukung penuh oleh Vattenfall, badan usaha milik negara Swedia, Elways, perusahaan inovasi, serta perusahaan konstruksi dan infrastruktur NCC. Hak paten teknologi ini dipegang Elways.
"Kami semua yakin proyek ini akan berhasil," ucap Saell, CEO konsorsium eRoadArlanda sekaligus manajer pengembangan bisnis di NCC. "Jika listrik tersedia di jalanan di bawah kendaraan Anda, ukuran baterai bisa jauh lebih kecil dan jarak tempuh juga jadi lebih jauh."
Menurut hitung-hitungan Saell, biaya yang dibutuhkan untuk membangun jalan berlistrik ini kurang dari 1 juta euro atau sekitar Rp 16,5 miliar per kilometer. "Biaya untuk membuat jalur kereta listrik 50 kali lebih mahal," ujar Saell seperti dikutip dari Graphic News.
Listrik dipasok dari jalan raya di bawah mobil dengan menggunakan konektor tertutup berukuran kecil. Cara ini jauh lebih aman ketimbang teknologi pada kereta listrik yang aliran listriknya terbuka.
Saat kendaraan melewati jalan berlistrik, konektor di bawahnya akan secara otomatis terhubung dengan jalur listrik dan baterai pun siap diisi. Menariknya, laju kendaraan tak mesti dikurangi saat pengisian baterai. "Teknologi ini kami harap bisa mulai digunakan secara komersial dalam 5-10 tahun mendatang," kata Saell.
Ukuran baterai kendaraan listrik yang digunakan saat ini cukup besar dan memakan tempat. Selain itu, harganya terbilang sangat mahal, kurang lebih setengah dari harga kendaraan itu sendiri.
Meski teknologi jalan berlistrik cukup menjanjikan, cara pengisian baterai yang ada, seperti teknologi nirkabel ataupun dengan cara memakai kabel, masih dipertahankan. Teknologi jalan berlistrik adalah masa depan. Tapi banyak pengamat otomotif yang menilai pengaruhnya terhadap jumlah mobil listrik yang bakal beredar tak terlalu signifikan.
Nicolas Meilhan, analis dari Frost & Sullivan di Paris, mengatakan teknologi ini terlalu mahal. "Perlu uang yang sangat banyak untuk membangun infrastruktur ini. Saya kira tak banyak negara yang mampu menerapkan teknologi ini," katanya.
Selain itu, Meilhan berpendapat, barang lebih baik diangkut dengan kereta daripada truk listrik. Di dalam kota, orang lebih baik naik transportasi umum, berjalan kaki, atau naik sepeda. "Untuk perjalanan jauh, gunakan saja mobil hibrida," ucap Meilhan.
Uji coba eRoadArlanda sudah dilakukan di Swedia sejak April lalu dan berlangsung selama 12 bulan. REUTERS | GRAPHIC NEWS | FIRMAN ATMAKUSUMA
Uji Coba di Swedia
Para ilmuwan di Swedia tengah menguji kemungkinan menanamkan jaringan rel listrik di jalan raya untuk pengisian baterai mobil listrik saat berjalan. Proyek bernama eRoadArlanda ini bisa menekan biaya pembuatan mobil listrik.
eRoadArlanda: Ditanam sepanjang 2 km di jalan raya tak jauh dari Stockholm.
Cara Kerja: Listrik dipasok ke mobil dari rel yang ditanam di jalan raya.
Rel Listrik: Terhubung melalui konektor ke mobil.
Jalan Berlistrik: Jalan terbagi dalam beberapa bagian. Tiap bagian akan dialiri listrik saat dilalui kendaraan.
Konektor Bergerak: Secara otomatis akan terhubung dengan rel listrik. Terangkat saat kendaraan menyusul.
SUMBER: NCC SWEDIA, REUTERS, GRAPHIC NEWS
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo