Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Liga Indonesia

Bantu PSIM Yogyakarta Promosi ke Liga 1 dan Juara Liga 2, Rafinha Belum Tentu Bertahan

Rafinha mencetak 20 gol dalam 22 pertandingan untuk PSIM Yogyakarta di Liga 2 musim 2024-2025, membantu tim promosi ke Liga 1.

27 Februari 2025 | 16.46 WIB

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Rafael Rodrigues Rafinha berusaha menerobos pertahanan PSPS Pekanbaru pada pertandingan Liga 2 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 17 Februari 2025. Antara/Kala
Perbesar
Pesepak bola PSIM Yogyakarta Rafael Rodrigues Rafinha berusaha menerobos pertahanan PSPS Pekanbaru pada pertandingan Liga 2 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 17 Februari 2025. Antara/Kala

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Rafael de Sa Rodrigues alias Rafinha menjadi salah satu pemain penting di balik keberhasilan PSIM Yogyakarta promosi ke Liga 1 dan menjadi juara Liga 2. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Penyerang asal Brasil berusia 32 tahun ini mencetak total 20 gol dalam 22 penampilannya bersama PSIM di Liga 2. Delapan di antaranya dibuat di babak playoff, dengan salah satunya tercipta di laga final. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam pertandingan perebutan gelar juara melawan Bhayangkara FC di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 26 Februari 2025, dia mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit kesembilan sehingga membawa Laskar Mataram unggul lebih dulu. Bola sepakannya melewati pagar hidup lalu mengarah ke pojok kanan gawang.

Bhayangkara sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-72 melalui sundulan Felipe Ryan Alves Silva yang memanfaatkan umpan dari Ruben Sanadi. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan 90 menit berakhir.

Laga berlanjut ke babak tambahan waktu 2x15 menit. PSIM bisa mencetak gol keduanya melalui Daniel Rocken Saputra Tampubolon pada menit ke-96. Gol ini menjadi penentu kemenangan Laskar Mataram.

Duel final itu sempat dihentikan saat awal babak kedua baru berjalan sekitar satu menit. Penyebabnya, hujan deras yang mengguyur Solo membuat lapangan tergenang air di beberapa titik. Laga diputuskan berlanjut usai penundaan 2x30 menit. 

Kesuksesannya bersama PSIM tak lantas membuatnya bakal bertahan. Ia mengaku belum tahu soal masa depannya bersama Laskar Mataram yang berlaga di Liga 1 musim depan.

"Ya, jawaban ini sangat sulit, saya tidak bisa mengatakannya untuk Anda sekarang, karena saya tidak tahu masa depan saya," kata Rafinha setelah final Liga 2 di Stadion Manahan, Rabu.

Sejak didatangkan dari PSCS Cilacap musim ini, Rafinha menjadi primadona PSIM. Catatan gol sebanyak 20 yang dibuatnya hanya kalah dari Ramai Rumakiek yang mencetak 21 gol untuk Persipura.

Penampilannya yang ciamik membela PSIM membuat beberapa klub berminat mendatangkannya. Ia mengungkapkan ada sejumlah klub yang memberikan tawaran kepadanya. Namun, dia tak mau menyebutkannya karena menghargai kontraknya dengan PSIM.

Ia berharap semuanya akan baik-baik saja. Ia mengaku sudah jatuh cinta dengan kota Yogyakarta setelah setahun tinggal di daerah ini. "Saya tidak ingin pergi dari sini. Saya suka kota ini, saya suka klub ini. Satu tahun menginap di sini, aku sudah cinta," kata Rafinha.

"Saya merasa sangat bahagia, sangat bangga dengan semua orang. Sekarang saya hanya 'ubur-ubur ikan lele, pemain terbaik Rafinha lee', 'Ubur-ubur ikan lele, PSIM Liga 1 le'," kata Rafinha mengomentari kemenangan ini sembari menutupnya dengan pantun.

PSIM Yogyakarta bersama Bhayangkara FC dan Persijap Jepara, menjadi tiga tim yang promosi ke Liga 1 musim depan. 

ANTARA

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus