Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Jerman, Joachim Low, bisa berkonsentrasi penuh menghadapi Prancis di Stade de France, Paris, dinihari nanti, Rabu 17 Oktober 2018, dalam lanjutan penyisihan Grup A1 Liga Nasional Eropa.
Baca: Prancis Vs Jerman, Laga Terakhir Joachim Low?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Konsentrasi penuh itu bisa terjadi karena Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) tidak punya rencana memecat Low setelah mereka dikalahkan Belanda 3-0 di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Sabtu lalu.
Baca: Prancis Vs Jerman, Joachim Low Diminta Pasang Ter Stegen
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Prestasi Jerman di bawah asuhan Low mencapai titik nadir setelah gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia pada pergelaran 2018 di Rusia, Juli lalu.
Jerman baru meraih satu poin dalam Grup A1 Liga Nasional Eropa dari dua pertandingan sehingga menempati urutan terbawah di Grup A1, di bawah Prancis yang meraih nilai 4 dan Belanda 3.
Setelah dikalahkan Belanda untuk pertama kali sejak 2002 dan mengalami skor kekalahan terbesar dari musuh bebuyutannya itu, Low mendapat kritikan hebat di negaranya. Beberapa media dan tokoh bahkan mengusulkan ia dipecat.
Low sempat emosional dalam konferensi pers seusai pertandingan di Johan Cruyff Arena, Sabtu lalu. Ia tak menggubris pertanyaan soal masa depannya.
Namun, kemudian tak ada tanda-tanda DFB akan memecat Low yang menjadi pelatih kepala tim nasional Jerman sejak 2006. Perpanjangan kontraknya sampai 2020 juga tak diusik. Pria berusia 58 tahun itu lantas menegaskan posisinya.
“Ya tentu saja ada banyak kritik. Saya bisa mengatasinya dengan baik,” kata Low. Ia juga tak tertarik dengan pembicaraan soal keraguan masa depannya sebagai pelatih Jerman setelah dikalahkan kegagalan di Piala Dunia 2018 dan kekalahan dari Belanda.
“Saya tidak tertarik dengan perkiraan seperti itu sekarang. Saya sudah menekuni posisi ini sejak lama dan juga selalu bisa beberapa kali mengatasi keadaan. Saya bisa mengatasinya sebagai pelatih,” kata Low.
Presiden DFB, Reinhard Grindel, sudah berbicara dengan Low melalui telepon dan Grindel kembali menegaskan kepercayaan diri kepada Low.
“Kami punya hubungan yang terbuka di DFB. Jika ada solusi lain di sejumlah hal, kami akan membicarakannya dengan tenang pada saat yang tepat,” kata Low.
Pelatih Jerman yang terkenal suka berpakaian rapi ini menjanjikan akan ada perubahan susunan pemain melawan Prancis pada Rabu dinihari nanti.
Baca: Dikalahkan Belanda, Joachim Low Terpojok dan Marah
Tapi, apakah Jerman menang atau kalah dinihari nanti, Low dan DFB sampai saat ini belum punya rencana untuk mengakhiri kerja sama mereka.
ARD | DW | ESPN