Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Raheem Sterling, kemajuan pertarungan melawan rasisme hanya akan terjadi di sepakbola ketika ada lebih banyak pemain kulit hitam menjadi manajer. Menurut penyerang tim nasional Inggris dan Manchester City itu, perlu ada perwakilan kulit hitam, perwakilan Asia, dan perwakilan kelompok minoritas di antara administrator dan staf kepelatihan dalam sepakbola Inggris. "Kesempatan yang sama harus diberikan kepada BAME (black, Asian, minority ethnic)," kata dia dikutip dari BBC, Selasa 9 Juni 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pernyataan Sterling beriringan dengan aksi ribuan orang yang mengambil bagian dalam pawai anti-rasisme di Inggris menyusul kematian George Floyd dari Amerika pada 25 Mei di Minneapolis, Amerika Serikat. "Protes adalah titik awal yang bagus, untuk membuat suara Anda didengar," ujar Sterling. "Tapi hanya memprotes saja tidak akan membuat perubahan di negara ini."
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berbicara kepada program Newsnight BBC, laki-laki berusia 25 tahun itu menambahkan bahwa momentum kematian George Floyd adalah momentum perubahan dalam masyarakat. "Kami telah melakukan banyak pembicaraan, dan sekarang saatnya untuk bertindak," kata dia. Di sepak bola, sebagai contoh, ia membandingkan empat mantan pemain timnas Inggris yang membuka karier kepelatihan seperti Frank Lampard di Chelsea dan Steven Gerrard di Rangers, keduanya berkulit putih.
Selain itu, ada juga nama Sol Campbell dan Ashley Cole. Keduanya adalah pemain Inggris berkulit hitam. Campbell sampai saat ini berkiprah di liga sepak bola yang lebih rendah, di Macclesfield and Southend, sementara Cole mulai karier sebagai pelatih U-15 Chelsea setelah pensiun pada tahun lalu. "Staf pelatih yang Anda lihat di sekitar klub sepak bola, ada Steven Gerrard, Frank Lampards, Sol Campbells, dan Ashley Cole. Semua memiliki karier yang hebat, semua bermain untuk Inggris," kata Sterling.
Pada saat yang sama, Sterling melanjutkan, mereka telah meningkatkan kapasitas kepelatihan pada level tertinggi. Sedangkan, Campbell dan Cole, masih berada di level terbawah dalam karier kepelatihannya. "Ada sekitar 500 pemain di Liga Premier dan sepertiga dari mereka berkulit hitam. Kami tidak memiliki perwakilan dalam hierarki, tidak ada perwakilan kami di staf kepelatihan. Tidak ada banyak wajah yang bisa kami hubungi," ujar Sterling, mantan pemain Liverpool itu.
Pada tahun 2018, Asosiasi Sepakbola Inggris, FA, mengumumkan dalam rencana aksi untuk kesetaraan bahwa 5 persen dari peran manajer dan 13 persen dari staf pelatih di Inggris diisi oleh orang-orang dari latar belakang BAME. Dalam rencana yang sama, FA menetapkan target masing-masing 11 persen manajer dan 20 persen staf pelatih dari kelompok minoritas pada 2021.
"Ketika ada seseorang dari latar belakang kulit hitam, saya bisa pergi ke FA dengan masalah yang saya miliki di dalam klub. Saat itulah saya tahu perubahan sedang terjadi, tidak hanya di sepakbola, tapi juga di parlemen," ujar Sterling. "Begitu kita melihat angka-angka itu bergeser, saat itulah aku akan bahagia dan orang-orang juga akan bahagia," ujar Sterling tentang perlawanannya terhadap rasisme.