Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Liga Indonesia

Liga 1 Musim 2023-2024 akan Tetapkan Salary Cap, Erick Thohir: Agar Klub Tak Bangkrut

Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan menetapkan standar gaji dan pengeluaran untuk klub Liga 1 mulai musim 2023-2024.

15 Juni 2023 | 22.54 WIB

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam sesi konferensi pers Liga 1 2023-2024 di Studi 8 SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Juni 2023. TEMPO/Randy
Perbesar
Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam sesi konferensi pers Liga 1 2023-2024 di Studi 8 SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Juni 2023. TEMPO/Randy

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan menetapkan standar gaji dan pengeluaran untuk klub Liga 1 mulai musim 2023-2024. Hal ini dilakukan sebagai salah satu terobosan demi meningkatkan kualitas kompetisi di Indonesia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Menurut Erick, faktor terpenting agar liga Indonesia bisa naik kelas adalah dengan membenahi sisi fundamental dari tiap klub pesertanya, yakni soal keuangan. Ia tak ingin ada ketimpangan antara satu dengan yang lainnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Sebelum kita berlaru kan mesti merangkak dan berjalan. Nah kalau bicara (kompetisi) mau ada di level Asia Tenggara, tentu tidak ujug-ujug langsung menaikkan target main di AFC dan menang terus," ujar dia dalam konferensi pers Liga 1 musim 2023-2024 di Studio 8 SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Juni 2023.

"Salah satu terobosan yang direncanakan tahun depan akan ada penetapan standar gaji dan standar pengeluaran klub. Ini untuk menyamakan supaya klub bisa berkompetisi dengan baik," kata Erick menambahkan.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengungkapkan peraturan ini diterapkan juga untuk mencegah kebangkrutan klub akibat terlalu banyak menggelontorkan dana untuk membeli dan menggaji pemain tanpa ada batasan.

"Kami tak mau klub jor-joran yang akhirnya membangkrutkan klub. Saya tidak mau, karena pondasi itu harus ada keberlanjutan, ini kenapa di musim depan kami perbaiki kualitas liga terlebih dahulu," tutur mantan Presiden Klub Inter Milan itu.

Pembatasan gaji pemain dan pengeluaran klub ini sebelumnya sudah diterapkan oleh banyak kompetisi di Eropa dan dikenal dengan istilah salary cap. Salah satu yang menjalankannya adalah La Liga.

Dikutip dari AS, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Spanyol itu membatasi pengeluaran maksimal klub papan atas Liga Spanyol untuk pemainnya sampai 3,052 miliar euro atau sekitar Rp 49,8 triliun.

"Dengan adanya VAR, papan LED, pelatihan wasit, peningkatan jumlah pemain asing, kalau ini 1-2 tahun berjalan baik, baru (kompetisi) bisa naik ke level yang lebih tinggi," ucap Erick.

Ingin lebih terhubung dan berdiskusi langsung dengan redaksi Bola dan Sport? Mari bergabung di grup Telegram Olahraga Tempo. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Randy Fauzi Febriansyah

Jurnalis olahraga Tempo

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus