Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Mendaki gunung merupakan kegiatan yang berbahaya dan penuh risiko. Jika gagal mengantisipasi faktor alam dan kesalahan diri sendiri, kecelakaan saat mendaki bisa jadi tak terelakkan. Beberapa bulan terakhir, terdapat sejumlah kecelakaan saat mendaki gunung di Indonesia. Dilansir dari berbagai sumber, ini beberapa di antaranya:
1. Wisatawan asal Malaysia jatuh dari Gunung Rinjani
Seorang wisatawan asal Malaysia bernama Mohd Hafidz, mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani. Ia jatuh ke dalam jurang melalui jalur pendakian Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada Senin, 16 September 2024. Turis dari negeri jiran tersebut mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju pos 2. Sebelum tiba di jembatan, ia terpeleset dan jatuh ke arah tebing saat berusaha menghindari porter saat melintas di jalur yang sama. Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sembalun dalam kondisi selamat. Akan tetapi, korban mengalami luka di bagian leher, punggung dan pergelangan kaki sebelah kanan sehingga membuatnya tak bisa berjalan.
2. Siswi SMK tersesat di Gunung Slamet
Pendaki asal Semarang, Naomi Daviola Steyanie, yang tersesat di Gunung Slamet, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Naomi berangkat mendaki bersama 40 orang lainnya melalui Pos Pendakian Bambangan, Purbalingga, pada 5 Oktober 2024, tetapi laporan mengenai kehilangannya baru diterima pada 7 Oktober 2024.
Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan, Naomi ditemukan dalam kondisi selamat pada 8 Oktober 2024, sekitar pukul 10.15 WIB, berjarak sekitar 350 meter dari Pos 7. Setelah ditemukan, Naomi dievakuasi menuju Pos Pendakian Bambangan di Desa Kutabawa, Karangreja, Purbalingga, dan tiba di sana pada pukul 15.00 WIB. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Karangreja untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Naomi dilaporkan hilang saat mengikuti open trip pendakian di Gunung Slamet bersama rombongan pada 5-6 Oktober 2024.
3. Pendaki selamatkan diri saat erupsi di Gunung Dukono
Sebuah video yang menunjukkan para pendaki berlarian meninggalkan puncak Gunung Dukono saat gunung tersebut meletus pada Sabtu, 17 Agustus 2024 lalu menjadi viral di media sosial. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, telah mengeluarkan larangan kepada warga untuk mendaki gunung yang memiliki ketinggian 1.335 meter di atas permukaan laut ini, karena saat ini masih berada dalam status waspada atau level II.
4. Pendaki asal Jakarta jatuh di Gunung Rinjani
Kaifat Rafi Mubarok dilaporkan terjatuh ke dalam jurang di Pelawangan Sembalun, Rinjani pada hari Minggu, 29 September 2024. Kaifat mendaki Rinjani bersama 12 orang temannya. Setelah mencapai puncak, ia dan rekannya, Muhammad Afifah Reza, terpisah dari kelompok. Keduanya tergelincir dan jatuh ke jurang, namun Reza berhasil selamat dan segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak Taman Nasional Gunung Rinjani di Sembalun.
Setelah delapan hari pencarian, keberadaan Kaifat baru terungkap pada Selasa, 8 Oktober 2024, dan pada hari kesembilan, jenazahnya dapat dievakuasi dari lokasi jatuhnya.
5. Wisatawan asal Rusia kecelakaan di pos 4 jalur wisata pendakian sembalun
Petugas dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bekerja sama dengan aparat gabungan untuk mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia yang mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian ilegal di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Pada Jumat, 4 Oktober 2024, seorang pria warga negara Rusia yang melakukan pendakian secara ilegal mengalami kecelakaan di sekitar pos 2 jalur wisata pendakian Sembalun," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa WNA tersebut terjatuh di lereng yang curam dan diduga menggunakan jalur tikus untuk menghindari pemeriksaan di Pos 2, sehingga mengakibatkan dirinya terjebak dalam situasi yang cukup berbahaya.
"Hasil observasi saat tim evakuasi melakukan pertolongan pertama kondisi korban mengalami patah tulang dan ditemukan pendarahan di sekitar kepala," katanya.
6. Wisatawan asal Irlandia jatuh dari tebing setinggi 200 meter di Gunung Rinjani
Seorang warga negara asing (WNA) bernama Farrel Paul yang berasal dari Irlandia mengalami kecelakaan di lereng puncak Gunung Rinjani, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat melakukan pendakian.
"Korban terjatuh diduga akibat tergelincir mengingat lokasi tersebut berpasir," ungkap Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman di Mataram, Rabu. "Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi pendaki WNA itu," tambahnya.
Setelah evakuasi, korban dibawa ke Shelter Emergency untuk mendapatkan perawatan medis. Kendala yang dihadapi di lokasi sekitar adalah minimnya sinyal, yang menyulitkan komunikasi. "Dari hasil pemeriksaan tim medis terhadap korban, pendaki gunung tersebut hanya mengalami luka ringan di bagian bahu," katanya.
SHARISYA KUSUMA RAHMANDA | ANDRY TRYANTO TJITRA | ANTARA
Pilihan Editor: Wanadri Akan Buka Sekolah Pendaki Gunung, Pelatihan Navigasi dan Survival di Alam Lia
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini