Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Olahraga

Praveen / Melati Kandas di Semifinal Denmark Open, Nova: Kalahnya Agak Nyesek

Kekalahan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada semifinal Denmark Open 2021 dinilai pelatihnya seperti pil pahit.

24 Oktober 2021 | 06.33 WIB

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Melati. Twitter/INABadminton
Perbesar
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Melati. Twitter/INABadminton

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih ganda campuran Indonesia Nova Widianto mengatakan kekalahan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada semifinal Denmark Open 2021 adalah pil pahit yang menyesakkan. Terutama karena ia menilai kedua pemain itu hampir saja merebut gim ketiga untuk memastikan kemenangan dan melaju ke partai final.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Berhadapan dengan pasangan Thailand Dechapol Puvaranukroh/Sapsiree Taerattanachai di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu, Praveen/Melati merebut gim pertama, namun melepas gim kedua dan ketiga sehingga menyerah 21-16, 17-21, 20-22 dalam tempo  65 menit itu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Memang kalahnya agak nyesek, kurang hoki. Tetapi secara permainan mereka terbawa pola permainan lawan yang bermain panjang-panjang ke belakang,” kata Nova Widianto dalam rilis pers PBSI di Jakarta, Sabtu.

Nova mengakui permainan Praveen yang piawai melontarkan smes mematikan juga kurang efektif karena beberapa kali justru terlalu melebar atau menyangkut net.

Dia juga menyayangkan permainan Praveen/Melati yang kurang keluar pada gim kedua dan ketiga, padahal pasangan peringkat empat dunia BWF itu seharusnya bisa mencuri poin dengan bermain di depan net.

“Ucok (panggilan Praveen) juga tidak berani melakukan servis colong karena dia takut di-fault wasit,” kata Nova Widianto.

Praveen pun mengakui dia dan Melati sempat terbawa pola permainan lawan pada gim kedua dan ketiga.

Setelah tertinggal 8-11 pada gim penentu, Praveen/Melati terus berusaha mengejar ketertinggalan sampai akhirnya menyamakan kedudukan pada angka kritis 20-20.

Sayang, momentum untuk berbalik unggul terlepas setelah servis eror dari Praveen serta pengamatan Melati yang tidak cermat dari Sapsiree masuk begitu saja ke bidang permainan membuat mereka harus takluk 20-22 dari Dechapol/Sapsiree.

“Di gim ketiga start kami kalah. Perolehan angka selalu tertinggal jauh. Di poin 18-20, kami bisa mengejar dan menyamakan kedudukan, 20-20. Sayang di poin krusial saya melakukan servis eror menyangkut net. Sementara pengamatan Meli juga gagal,” kata Praveen.

Kekalahan Praveen/Melati membuat Indonesia tak memiliki wakil di final Denmark Open karena Tommy Sugiarto juga takluk dari Kento Momota.

Baca Juga: Indonesia Tanpa Wakil, Ini Pemain yang Lolos ke Final Denmark Open

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus