Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Olahraga

Timnas Prancis Gagal Juara Piala Dunia 2022, Hugo Lloris: Penalti Selalu Kejam, Kami Hampa

Kapten timnas Prancis Hugo Lloris mengomentari kekalahan adu penalti yang dialami timnya dari Argentina dalam final Piala Dunia 2022.

19 Desember 2022 | 04.51 WIB

Hugo Lloris. REUTERS
Perbesar
Hugo Lloris. REUTERS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kapten timnas Prancis Hugo Lloris mengakui kekalahan adu penalti dari Argentina dalam final Piala Dunia 2022 sebagai "kejam" dan menyamakan laga mendebarkan itu dengan "pertandingan tinju".

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Argentina menang 4-2 dalam adu penalti setelah final di Doha itu berakhir 3-3 sampai babak perpanjangan waktu selesai.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Seperti pertandingan tinju, kami berbalas pukulan," kata penjaga gawang yang memuji timnya setelah juara bertahan itu tertinggal 2-0 dengan hanya 10 menit tersisa dalam waktu normal sebelum Kylian Mbappe mencetak dua gol secara berurutan.

"Kami tidak menyerah. Kami membutuhkan penentu pemenang dan diputuskan melalui adu penalti. Penalti selalu kejam. Kami hampa," kata dia seperti dikutip AFP.

Lloris tak bisa mementahkan empat penendang penalti Argentina dalam adu penalti itu termasuk satu tendangan Messi yang mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.

Baca Juga: Lionel Scaloni Bikin Rekor, Kawinkan Gelar Piala Dunia dan Copa America

"Kami boleh saja tertinggal 0-2, tetapi kami terus percaya bahwa kami bisa membalikkan keadaan," tambah Lloris yang akan berusia 36 tahun akhir bulan ini. "Kami harus memberi selamat kepada Argentina yang sudah memainkan turnamen hebat dan final yang hebat."

Kata Kiper Argentina

Kiper Argentina Emiliano Martinez mengatakan adalah "takdir" Argentina bisa menjuarai Piala Dunia. Ia berkomentar membintangi kemenangan via adu penalti yang mencekam atas Prancis dalam final Piala Dunia 2022 Minggu malam tadi.

Kiper berusia 30 tahun mementahkan tendangan penalti Kingsley Coman dalam drama adu penalti guna membawa Argentina menang 4-2 setelah final mendebarkan berakhir 3-3 sampai 120 menit.

"Itu pertandingan yang sangat rumit, mereka bangkit untuk menyamakan kedudukan dalam pertandingan ini tetapi takdir kami untuk menderita dahulu," kata kiper Aston Villa itu seperti dikutip AFP.

"Semua yang saya impikan telah tercapai. Saya tidak punya kata-kata lagi untuk itu. Saya tenang selama adu penalti, dan semuanya berjalan seperti yang kami inginkan," kata dia.

"Saya pergi ke Inggris saat masih sangat muda. Saya mempersembahkan kemenangan ini untuk seluruh keluarga saya," kata Emilio Martinez lagi.

Baca Juga: Daftar Juara Piala Dunia dari Masa ke Masa

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus