Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Jose Mourinho kembali mencuri perhatian dengan aksi kontroversialnya di dunia sepak bola. Kali ini terjadi ketika tim yang diasuhnya, Fenerbahce, kalah 1-2 dari Galatasaray di babak perempat final Piala Turki, Rabu, 2 April 2025. Setelah pertandingan, pelatih asal Portugal itu tiba-tiba mencubit hidung pelatih Galatasaray, Okan Buruk, yang kemudian bereaksi kesakitan hingga terguling-guling di lapangan.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Mourinho sepanjang kariernya.
Mengumpat Jajaran Wasit
AS Roma yang kala itu diasuh oleh Mourinho harus menelan kekalahan dari Sevilla di partai final Liga Europa 2022/2023. Seusai laga, Mourinho terlibat ketegangan dengan jajaran wasit dan melontarkan umpatan. Ia menilai keputusan-keputusan wasit Anthony Taylor selama pertandingan banyak merugikan timnya dan lebih menguntungkan pihak Sevilla.
Melempar Medali
Selain melontarkan sumpah serapah kepada wasit Anthony Taylor, Jose Mourinho juga membuat aksi kontroversial lainnya usai final Liga Europa. Seusai sesi pengalungan medali, Mourinho melemparkan medali perak yang ia terima kepada seorang anak kecil, yang diketahui merupakan pendukung AS Roma. Aksi itu menuai sorotan luas dan menambah daftar panjang perilaku nyentriknya.
Mencolok Mata Pelatih Barcelona
Pada laga Piala Super Spanyol yang mempertemukan Barcelona dan Real Madrid pada 2011, Jose Mourinho melakukan tindakan kontroversial dengan mencolok mata asisten pelatih Barcelona, Tito Vilanova. Insiden itu memicu penyelidikan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Meski menuai kritik, Mourinho menolak untuk meminta maaf. Juru bicaranya, Eladio Parames, menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan Mourinho semata-mata demi membela kepentingan Real Madrid.
Kontroversi Frisk-Rijkaard
Usai Didier Drogba dikartu merah dalam laga 16 besar Liga Champions melawan Barcelona pada 2005, Jose Mourinho melontarkan kritik keras terhadap wasit Anders Frisk. Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Mourinho mengungkap bahwa dirinya tidak terkejut dengan keputusan wasit, karena sempat melihat pelatih Barcelona saat itu, Frank Rijkaard, masuk ke ruang ganti wasit saat jeda babak pertama.
Pernyataan Mourinho memicu kontroversi besar, hingga akhirnya Frisk memutuskan pensiun dini. Komite Wasit UEFA pun mengecam keras tindakan Mourinho, bahkan Volkar Rioth menyebutnya sebagai "musuh bersama", dan menjatuhkan sanksi larangan mendampingi tim selama dua pertandingan.
Gestur ssshhh
Jose Mourinho juga dikenal lewat aksi-aksi kontroversialnya di lapangan, salah satunya terjadi saat final Piala Carling 2005 antara Chelsea dan Liverpool. Dalam laga tersebut, Liverpool sempat unggul lebih dulu sebelum keunggulan mereka buyar akibat gol bunuh diri Steven Gerrard, yang membuat skor imbang dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Chelsea akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Usai laga, Mourinho membuat gestur “sssh” sambil menghadap ke arah suporter Liverpool, yang memicu reaksi luas. Namun Mourinho berdalih bahwa gestur tersebut sebenarnya ditujukan kepada media Inggris yang kala itu banyak menyoroti dirinya. Gestur serupa kembali ia lakukan saat melatih Manchester United, usai mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0, sebagai bentuk sindiran kepada para pengkritiknya.
I am the Special One
Jose Mourinho dikenal luas dengan julukan “The Special One” yang pertama kali ia sematkan pada dirinya sendiri dalam sesi wawancara usai resmi diperkenalkan sebagai pelatih Chelsea. Julukan itu pun melekat kuat, terutama karena keberhasilannya membawa FC Porto menjuarai Liga Champions pada tahun 2004.
Dicky Kurniawan dan Reno Eza Mahendra berkontribusi dalam tulisan ini.
Pilihan Editor: Jose Mourinho Dihukum 4 Pertandingan di Liga Turki Akibat Komentar Kontroversial Soal Wasit Lokal
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini