Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Gejala Infeksi Virus Hanta seperti yang Dialami Istri Gene Hackman

Betsy Arakawa, istri Gene Hackman, disebut meninggal dunia karena virus hanta yang memiliki gejala mirip flu. Apa saja gejalanya?

9 Maret 2025 | 04.00 WIB

Foto terakhir Gene Hackman dan Betsy Arakawa. Foto:  Daily Mail.
material-symbols:fullscreenPerbesar
Foto terakhir Gene Hackman dan Betsy Arakawa. Foto: Daily Mail.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Aktor senior Gene Hackman dan istrinya Betsy Arakawa ditemukan tak bernyawa di rumah mereka di Santa Fe, negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, pada 26 Februari 2025. Namun setelah penyelidikan lebih lanjut diketahui pria berusia 95 tahun itu meninggal dunia pada 18 Februari 2025 akibat masalah jantung, selain menderita penyakit Alzheimer parah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sementara Betsy Arakawa, 65 tahun, terlebih dulu meninggal pada 11 Februari 2025 karena virus hanta yang memiliki gejala mirip flu dan termasuk penyakit langka yang disebut hantavirus pulmonary syndrome. Karena menderita Alzheimer, diperkirakan Hackman tak menyadari istrinya sudah tiada sementara ia tak bisa mengurus dirinya sendiri karena penyakitnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Kemungkinan ia tidak sadar istrinya telah meninggal," kata Dr Heather Jarrell, kepala pemeriksa medis otoritas New Mexico, dikutip dari Daily Star pada 8 Maret 2025.

Gejala Infeksi Virus Hanta

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus hanta menyebar terutama dari tikus. Virus ini di AS dikenal sebagai virus hanta "Dunia Baru" dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) seperti yang dialami Arakawa.

"HPS bisa sangat mematikan, 38 persen penderita sindrom pernapasan ini kemungkinan meninggal dunia karenanya," jelas CDC.

Gejala awal HPS termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada otot besar, yakni paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu. Gejala-gejala ini bersifat universal, di antaranya juga ada sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah di perut seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Sekitar setengah dari semua pasien HPS mengalami gejala-gejala ini. HPS bisa berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 persen. 

Hantavirus lain yang dikenal sebagai hantavirus "Dunia Lama" kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS). Gejala awal HFRS dimulai secara tiba-tiba termasuk sakit kepala hebat, sakit punggung dan perut, demam, kedinginan, mual dan pandangan kabur.

Orang yang terkena HFRS juga terkadang memiliki tanda muka memerah, peradangan, kemerahan pada mata atau ruam. Gejala lain adalah tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut, yang dapat menyebabkan kelebihan cairan.

Tingkat keparahan penyakit bervariasi, tergantung pada virus yang menyebabkan infeksi. Infeksi virus Hantaan dan Dobrava biasanya menyebabkan gejala yang parah, sedangkan infeksi virus Seoul, Saaremaa, dan Puumala biasanya lebih moderat. Pemulihan total bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Seorang pakar saraf, Sumaiya Shaikh, menulis di Twitter pada 24 Maret 2020, bahwa virus hanta pertama kali muncul pada 1950 dalam perang Amerika-Korea di Korea (sungai Hantan). Virus ini menyebar dari tikus jika manusia mencerna cairan tubuh mereka. Penularan antarmanusia jarang terjadi, bahkan ada vaksin yang dikembangkan untuk itu. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus