Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Boneka Jundullah ISIS Diproduksi di Jerman dan Dijual Online

Pemerintah Jerman sedang memantau penjualan dan penyebaran secara online boneka Laskar Allah atau jundullah yang tampak seperti pemimpin ISIS.

25 Agustus 2018 | 16.09 WIB

Boneka laskar allah ISIS ditemukan diproduksi di Jerman [MIRROR]
Perbesar
Boneka laskar allah ISIS ditemukan diproduksi di Jerman [MIRROR]

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jerman sedang memantau penjualan dan penyebaran secara online boneka-boneka yang tampak seperti pemimpin ISIS dan perempuan-perempuan pendukung ekstrimis.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Boneka-boneka itu dilaporkan dibuat di Cologne, Jerman oleh komunitas Salafi. Boneka itu diiklankan dengan nama jundullah atau Laskar Allah.

Baca: ISIS Simpan Bom di Boneka Teddy Bear di Irak, Ini Targetnya  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Boneka itu di antaranya menggambarkan wajah pemimpin ISIS Abu Waheeb. Boneka-boneka lainnya mewakili sejumlah perempuan pendukung ekstrimis.

Menurut Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Konstitusi membenarkan pemantauan terhadap boneka-boneka itu sedang dilakukan.

Boneka didistribusikan secara online di Cologne, negara bagian North Rhine-Westphalla untuk meradikalisasi anak-anak muda.

Seorang wanita yang dicurigai sebagai pembuat boneka-boneka itu dengan menyebut namanya sebagai J.D menuliskan di media sosial: aspek lainnya adalah singa kecil kami sedang belajar kerendahan hati yang alami saat bermain."

Baca: Jadi Pembunuh, Tentara Anak ISIS Dilatih Pakai Boneka? 

Elhakam Sukhni, Master di bidang Studi Islam di Universitas Cologne menjelaskan kepada stasiun TV, WDR bahwa salah satu boneka itu mengingatkannya pada Waheeb, pentolan ISIS yang tewas dalama serangan udara di provinsi Anbar, bagian barat Irak tahun 2016.

Menurut laporan Mirror, boneka-boneka itu disebarkan di media sosial dengan disertai cerita misalnya tentang poligami atau tahanan di Jerman mendeklarasikan diri sebagai korban dan martir.

Sekitar 100 keluarga Salafi tinggal di North Rhine-Westphalla dan membesarkan anak-anak mereka untuk mengikuti ideologi Salafisme dari sejak usia anak-anak.

Baca: ISIS di Irak Menyebar Teror Lewat Penculikan

"Salafisme menjadi semakin brutal dan lebih muda usia," kata Burkhard Freier, Kepala Kantor Federal Perlindungan Konstitusi.

Freier memperingatkan radikalisasi terhadap anak-anak harus ditangani secara serius karena hal itu akan dapat membuat genarasi baru Salafi yang secara ideologi dapat lebih dalam mengakar dibandingkan meradikalisasi orang yang usianya lebih tinggi.

Tidak ada informasi siapa yang sudah membeli boneka jundullah ISIS yang dijual secara online di Jerman.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus