Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Olahraga

BATC 2020: Tim Putri Indonesia Punya Peluang Kalahkan Thailand

Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, Rionny Mainaky, mengatakan tim putri Indonesia mempunyai peluang lebih besar mengalahkan Thailand di BATC 2020.

13 Februari 2020 | 08.43 WIB

Gregoria Mariska Tunjung. Badmintonindonesia.org
Perbesar
Gregoria Mariska Tunjung. Badmintonindonesia.org

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Tim putri Indonesia akan berhadapan dengan Thailand untuk memperebutkan juara Grup Y Kejuaraan Beregu Asia atau BATC 2020 di Manila, pagi ini, Kamis, 13 Februari 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam pertandingan pertama, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung akan menghadapi Busanan Ongbamrungphan, setelah itu ganda Ni Ketut Mahadewi Istarani/Apriyani Rahayu melawan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, dan di partai ketiga Ruselli Hartawan bertemu Pornpawee Chochuwong.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Pada partai keempat, pasangan ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto bertemu Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, dan Choirunnisa menutup pertandingan dengan melawan Phittayaporn Chaiwan.

Thailand dan Indonesia sebelumnya sama-sama mencatat kemenangan 5-0 atas tuan rumah Filipina. Sebenarnya kedua tim sudah memastikan lolos ke babak perempat final dengan kemenangan tersebut.

Rionny Frederik Lambertus Mainaky. (badmintonindonesia.org)

Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, Rionny Mainaky, mengatakan tim putri Indonesia mempunyai peluang lebih besar bisa mengalahkan Thailand. Salah satu penyebabnya Thailand turun tanpa pemain terbaik mereka, Ratchanok Intanon.

"Ya, tentu ada peluang, peluangnya lebih besar dengan tidak ada Ratchanok. Tapi kami harus tetap mewaspadai tunggal putri Thailand, karena mereka memang kekuatannya di tunggal putri," kata Rionny seperti dikutip dari situs resmi badmintonindonesia.org.

Tanpa diperkuat Intanon, tunggal putri Thailand masih punya beberapa amunisi seperti Busanan Ongbumrungphan, Nitchaon Jindapol dan Pornpawee Chochuwong. Jika melihat head to head dengan Ongbumrungphan, Gregoria punya catatan yang cukup baik. Ia memenangkan tiga laga terakhir dari total lima pertemuan.

Sementara Ruselli masih kalah unggul dari Chochuwong dengan skor 0-1. Dalam pertandingan melawan Filipina hari ini, tim Thailand tidak menurunkan Jindapol sebagai tunggal ketiga, namun menurunkan Chasinee Korepap yang juga bermain ganda putri. Dengan demikian, Thailand bisa memainkan tiga nomor tunggal di awal, sehingga peluang menang lebih besar, karena nomor tunggal memang menjadi andalan mereka.

"Kami yakin di partai pertama Gregoria bisa mengatasi, dilihat dari rekor pertemuan juga kan Gregoria masih unggul dari Busanan. Kalau Ruselli memang masih kalah di pertemuan terakhir dari Pornpawee. Tapi saya rasa kali ini kami bisa menghadapi," tutur Rionny. "Yang penting itu dari individunya siap dan harus yakin bisa."

BADMINTON INDONESIA

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus