Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Chief Executive Officer Formula 1 Stefano Domenicali menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus. Ia mengenang Paus sebagai pribadi luar biasa yang memancarkan kedamaian dan kekuatan spiritual.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui akun resmi Formula 1 di platform X, Senin, Domenicali mengungkapkan kesan mendalam yang ia rasakan saat bertemu langsung dengan Paus asal Argentina itu. "Saya menyimpan dalam hati kenangan menyentuh tentang tatapan yang memancarkan kedamaian, dari kejauhan saja sudah terlihat kemanusiaannya yang luar biasa dan kekuatan spiritualnya," ujar dia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Ia juga menggambarkan Paus Fransiskus sebagai teladan sejati dalam dialog, kebaikan, dan belas kasih, serta menyatakan bahwa warisan Sang Paus akan terus hidup dalam ingatan banyak orang di seluruh dunia. "Paus Fransiskus adalah contoh otentik dari dialog, kebaikan, dan belas kasih. Ia meninggalkan warisan mendalam yang akan tetap bersama kita selamanya," kata dia lagi.
Domenicali menutup pesannya dengan ungkapan kehilangan yang tulus atas kepergian pemimpin Gereja Katolik tersebut. "Kami akan merindukan senyumannya yang begitu tulus dan dalam," tuturnya.
Paus Fransiskus wafat dalam usia 88 tahun setelah menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sejak Maret 2013. Masa kepemimpinannya dikenang luas karena membawa pendekatan yang humanis dan inklusif, serta keberaniannya dalam mendorong reformasi di tubuh gereja.
Pilihan Editor: Ketua Umum PSSI Erick Thohir Kenang Paus Fransiskus sebagai Pemimpin Dunia yang Sederhana