Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mobil

Ini Tanda Ban Mobil Perlu Dilakukan Balancing, Jangan Tunggu Rusak

Balancing merupakan sebuah proses penyeimbangan antara titik atas dan bawah, serta kanan dan kiri ban, dengan menambahkan bobot agar lebih seimbang.

2 Maret 2023 | 11.56 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Ilustrasi spooring mobil. Wikipedia/Werkstattausstattung

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik atau pengendara mobil mungkin pernah merasakan mobil mobil yang bergetar yang dikendarai dalam kecepatan tinggi, khususnya saat berada di jalan tol. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena ada indikasi ban mobil sudah tidak stabil dan perlu dilakukan balancing.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Balancing merupakan sebuah proses penyeimbangan antara titik atas dan bawah, serta kanan dan kiri ban, dengan menambahkan bobot agar lebih seimbang. Faktor yang menyebabkan hilangnya kestabilan ban bisa disebabkan masalah pada suspensi hingga kebiasaan menyetir yang kurang baik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Sering kali, kondisi tersebut sulit teridentifikasi jika hanya diperiksa dari luar. Balancing juga dapat memperpanjang usia ban sekaligus menghemat ongkos pemilik kendaraan," kata National Sales Manager PT Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono dalam siaran pers yang diterima Tempo hari ini, Kamis, 2 Maret 2023.

Berikut adalah tanda-tanda ban mobil perlu dilakukan balancing.

1. Mobil Tidak Nyaman Saat Dikendarai

Ban yang sudah harus balancing biasanya akan membuat mobil berbelok sendiri ke arah kanan atau kiri, terutama saat sedang menyetir lurus di kecepatan 50 km per jam. Atau saat sedang parkir, salah satu ban berbelok sendiri ke arah kanan atau kiri.

Ban yang sudah tidak stabil juga dapat kehilangan sebagian traksinya, yang berpotensi menyebabkan munculnya beberapa spot wear di permukaan ban. Kondisi tersebut bisa mengganggu komponen suspensi.

2. Bahan Bakar Cepat Habis

Ban yang tidak stabil akan membuat mobil kerap kehabisan bahan bakar secara tiba-tiba, bahkan setelah dilakukan pengisian BBM. Hal ini dikarenakan ban kehilangan kemampuan traksinya, sehingga membuat mesin lebih banyak bekerja untuk menggerakan mobil.

"Biasanya mobil juga kerap mengeluarkan suara mendesis seiring dengan meningkatnya kecepatan," ujar Apri.

3. Permukaan Ban Tidak Rata

Keausan yang tidak merata dapat menyebabkan umur ban mobil menjadi lebih pendek, sehingga penggunaan ban tidak maksimal. Hal ini terjadi karena tekanan angin atau keausan pada pemukaan ban sudah tidak merata.

"Sehingga hanya satu sisi ban saja yang bergesekan dengan aspal dan terkikisnya lapisan tersebut," jelas Apri.

Apri mengimbau pemilik kendaraan untuk meminta teknisi memeriksa kondisi ban mobil saat melakukan servis kendaraan. Biasanya teknisi akan meletakan mobil di permukaan yang rata agar dapat mengamati setiap sisinya.

Pilihan Editor: Ini Beda dan Fungsi Perawatan Spooring dan Balancing pada Kaki-kaki Mobil

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto



Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus