Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Liga Spanyol

Awal Mula Istilah GOAT yang Sering Dialamatkan untuk Lionel Messi dan CR7

Lionel Messi sukses mengantarkan Barcelona meraih 35 trofi juara dalam 16 tahun karier profesionalnya bersama Blaurana.

6 Agustus 2021 | 17.00 WIB

Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo dan pemain Barcelona, Lionel Messi berbincang bersama sebelum bertanding dalam penyisihan grup G Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 8 Desember 2020. REUTERS/Albert Gea
Perbesar
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo dan pemain Barcelona, Lionel Messi berbincang bersama sebelum bertanding dalam penyisihan grup G Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 8 Desember 2020. REUTERS/Albert Gea

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pemain sepak bola asal Argentina, Lionel Messi, memutuskan menyudahi kariernya dengan klub La Liga, FC Barcelona. Kabar ini mengejutkan para pecinta bola pasalnya Messi dan Barcelona memiliki hubungan dekat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Messi mulai bergabung dengan Barcelona sejak usia 13 tahun dengan masuk akademi. Dia sukses mengantarkan Barcelona meraih 35 trofi juara dalam 16 tahun karier profesionalnya bersama Blaugrana.

 

Membicarakan Messi tentu tidak terlepas dari rivalitasnya dengan eks pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Keduanya sama-sama dilabeli dengan GOAT oleh para penggemarnya. Secara harfiah, goat berarti kambing, Namun GOAT di sini merupakan akronim dari Greatest of All Time, istilah yang disematkan kepada seorang atlet yang dianggap terbaik di satu cabang olahraga.

 

Mengutip Atkinson Common Newbury Port, Jumat, 6 Agustus 2021, istilah GOAT ini bermula pada 1992. Saat itu istri petinju Muhammad Ali, Lonnie, menyebutkan bahwa suaminya adalah GOAT dalam bidang tinju. Kemudian Lonnie membangun perusahaan Greatest of All Time, Inc (GOAT, Inc.) sehingga istilah ini menjadi berlisensi dan menjadi kekayaan intelektual.

 

Sebelum diucapkan oleh istri Muhammad Ali, istilah ini memiliki konotasi yang negatif. Ketika itu, khususnya awal abad ke-20, para jurnalis olahraga di Amerika Serikat menggunakan istilah ini pada atlet yang gagal atau sedang dalam masa terburuknya. Saat ini istilah yang lazim disebutkan bagi pemain seperti itu adalah istilah flop.

 

Di tahun 2011, Frank Deford, penulis olahraga, kembali memopulerkan label GOAT dan menyatakan bahwa label GOAT merupakan salah satu bentuk terbaik untuk mendeskripsikan performa seorang atlet yang memiliki kualitas seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.

 

EIBEN HEIZIER

Baca juga:

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus