Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Liga Indonesia

Kronologi Aksi Brutal Wahyudi Hamisi pada Laga Liga 1 antara Persebaya Surabaya vs PSS Sleman

Persebaya Surabaya mengirim surat keberatan ke PSSI terkait insiden brutal dari Wahyudi Hamisi tersebut. Bagaimana reaksi PSSI?

4 Maret 2024 | 20.04 WIB

Para pemain Persebaya Surabaya merayakan gol ke gawang PSS Sleman di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin, 4 Maret 2024. Twitter @persebayaupdate.
Perbesar
Para pemain Persebaya Surabaya merayakan gol ke gawang PSS Sleman di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin, 4 Maret 2024. Twitter @persebayaupdate.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi melakukan aksi brutal dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Ia menendang kepala Bruno Moreira yang sedang tergeletak di lapangan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya dalam lanjutan pekan ke-27, Minggu, 3 Maret 2024 itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah. Dua gol Bajul Ijo dicetak Muhammad Iqbal pada menit kesatu dan Bruno Moreira pada menit ke-30. Satu gol PSS dicetak oleh Esteban Vizcarra pada menit ke-47.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Insiden berbahaya itu tercipta pada menit ke-16. Wahyudi Hamisi terlihat sedang berebut bola dengan Ripal Wahyudi di area sepertiga akhir PSS. Ripal berusaha mempertahankan bola dari tekanan Wahyudi. Ia kemudian bergerak ke arah Bruno yang sedang tergeletak. Pemain berusia 26 tahun itu kemudian mengayunkan kaki ke arah bola, namun malah mengenai kepala Bruno.

Gelandang asal Brasil itu kemudian bangkit dan langsung berupaya mendorong Wahyudi. Keributan antarpemain terjadi sampai wasit Ginanjar Rahman harus turun tangan untuk melerai pemain. Setelah suasana mereda, Wahyudi diganjar kartu kuning kepada Wahyudi, termasuk para pemain lain yang terlibat keributan, seperti Nurdiansyah dan Yan Victor dari Persebaya.

Kubu Persebaya Surabaya merasa tak puas dengan keputusan tersebut dan mengajukan surat keberatan ke PSSI yang telah dikirim pada Senin, 4 Maret 2024. Adapun isi surat tersebut adalah menuntut federasi untuk menindaklanjuti kejadiannya dengan menetapkan hukuman yang adil kepada Wahyudi Hamisi dan wasit Ginanjar Rahman.

Adapun Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan belum menerima surat keberatan tersebut. Meski begitu, dia mengaku telah mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan Komisi Wasit dan Komisi Disiplin PSSI. Ia menyayangkan insiden itu bisa terjadi dan berharap ke depan para pemain bisa lebih sportif dalam melakoni pertandingan.

"Kami sangat menyayangkan insiden itu. Kami sudah berkoordinasi dengan Komite Wasit Pak Rudy (Yulianto), kami berharap ada evaluasi termasuk juga sanksi berat terhadap pemain," ujar dia saat ditemui di GBK Arena, Jakarta Pusat, Senin, 4 Maret 2024.

Randy Fauzi Febriansyah

Jurnalis olahraga Tempo

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus