Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University Didin S Damanhuri menilai kebijakan tarif Trump bakal menyebabkan rupiah makin terperosok. Nilai kurs Indonesia diprediksi bisa jeblok hingga 17.000 per dolar Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Kebijakan tarif impor balasan atau resiprokal yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump, menurut Didin, menimbulkan tekanan bagi perekonomian dunia atau global shock. Akibatnya, mata uang di sejumlah negara termasuk rupiah bakal tertekan.
Selain itu, kata dia, rupiah memang tengah melemah imbas sentimen domestik beberapa waktu belakangan. “Rupiah sudah bisa menyentuh 16.700 per dolar AS dengan sentimen negatif yang terjadi selama ini, seperti adanya Danantara dan langkah-langkah yang populis pemerintah. Sekarang sentimen negatifnya itu lebih mendalam lagi,” ucapnya kepada Tempo, Kamis, 3 April 2025.
Menurut Didin, beberapa waktu belakangan investor asing sempat menarik dana beramai-ramai sehingga terjadi capital outflow yang melemahkan kurs dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan sentimen negatif yang dalam ditambah data fundamental ekonomi Indonesia, dampak depresiasi rupiah bisa lebih dalam lagi.
Foto: tempo.co, Dok. Whitehouse
Editor: Ridian Eka Saputra
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini