Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - PT Serasi Autoraya (SERA) yang merupakan anak perusahaan PT Astra International meluncurkan Astra Fleet Management Solution atau AstraFMS di Jakarta pada Kamis, 31 Januari 2019.
Direktur SERA, Hadi Winarto mengatakan terdapat tujuh fitur penting dari produk AstraFMS yang akan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan keamanan di bidang transportasi.
Pertama, memberikan visibilitas terhadap pergerakan kendaraan secara real time dan juga memonitor setiap manuver seperti berkendara melebihi batas kecepatan, rem mendadak, menikung secara tiba-tiba, salah rute, hingga memberikan peringatan jika mobil dalam bahaya pencurian.
Baca: SERA Luncurkan AstraFMS untuk Penggunaan Transportasi Perusahaan
Kedua, membantu mengatur jadwal perawatan berkala termasuk dokumen dan garansi kendaraan. Ketiga, memonitor, mengelola, menganalisa performa dan perilaku pengemudi melalui eco dan safety index. Keempat, memastikan operational excellent dengen memenuhi permintaan pemesanan melalui sistem auto dispatch yang melibatkan kendaraan dan pengemudi, baik transportasi penumpang ataupun transportasi logistik.
Kelima, mengatur efisiensi biaya operasional kendaraan. Keenam, meningkatkan utilisasi kendaraan dengan melakukan monitoring disetiap pergerakan. Adanya analisa mengenai utilisasi kendaraan dapat mengatur sejauh mana kendaraan yang dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan bisnis. Ketujuh, sistem AstraFMS mampu melakukan pengelolaan yang menyeluruh dan terukur.
Baca: Solusi AstraFMS Diklaim Bisa Menghemat Operasional Perusahaan
Beberapa kasus seperti pengaturan jadwal dan order pengemudi yang kurang tertata, kurangnya efisiensi bahan bakar, rute perjalanan yang tidak sesuai penugasan, hingga kondisi fisik pengendara yang kurang optimal seringkali dialami suatu perusahaan. Akibatnya perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih besar. "AstraFMS menjadi solusi untuk menjawab berbagai semua permasalahan tersebut," ujarnya di Jakarta pada Kamis, 31 Januari 2019.
Seluruh manfaat ini, lanjut Hadi, sudah dirasakan oleh lebih dari 2000 armada logistik dan penumpang yang tersebar di berbagai sektor industri mulai logistik dan distribusi, FMCG, otomotif, pertambangan, hingga financial.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini