Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Cerita di Balik Penolakan Sandi Pakai Ikat Pinggang Hitam

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum juga mengenakan ikat pinggang hitam yang menjadi salah satu kelengkapan pakaian dinasnya sebagai PNS.

25 Oktober 2017 | 11.44 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno hendak meninjau kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dan kawasan Mampang, Jakarta Selatan, dengan bus wisata dan Transjakarta pad ahari pertama bertugas, Selasa, 17 Oktober 2017. FOTO: TEMPO/Larissa
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno hendak meninjau kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dan kawasan Mampang, Jakarta Selatan, dengan bus wisata dan Transjakarta pad ahari pertama bertugas, Selasa, 17 Oktober 2017. FOTO: TEMPO/Larissa

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandi Uno belum juga mengenakan ikat pinggang hitam yang menjadi salah satu kelengkapan pakaian dinasnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Padahal, Sandi telah mengenakan sepatu pantofel hitam pada Selasa, 24 Oktober 2017, untuk menggantikan sepatu lari yang biasa dipakainya.    

Alih-alih mengenakan sabuk, Sandi malah menggunakan pengait di sisi kanan pinggangnya. "Karena, sejak kecil saya tidak pernah pakai ikat pinggang," kata Sandi dalam sebuah seminar di EV Hive The Maja, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Oktober 2017. 

Menurut Sandi, kebiasaan tersebut sulit diubahnya. "Selama 20 tahun menjadi pengusaha, tidak ada yang pernah bilang ke saya harus pakai ikat pinggang."

Masalah sabuk dan sepatu olahraga ini sempat membuat Sandi menjadi bahan gunjingan. Padahal, asesori itu wajib dikenakan PNS dan diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta. 

Baca: Anies Baswedan Ikut Sandiaga Uno Langgar Aturan Pakaian Dinas

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Atribut seragam lain yang wajib dikenakan Sandi sebagai wakil gubernur DKI Jakarta adalah lencana emas berlambang garuda yang disematkan di dada kanan. "Ini saya enggak tahu apa, sepertinya semacam lencana. Tapi biasa disebut 'jengkol'," ucapnya. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kelengkapan pakaian dinas PNS di DKI Jakarta diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas. Pada Pasal 4, mengatur penggunaan pakaian dinas harian (PDH) berwarna khaki. Kelengkapan PDH khaki terdiri atas ikat pinggang nilon hitam dengan kepala (gesper) berbahan kuningan berlambang Jaya Raya, kaus kaki hitam, serta sepatu pantofel hitam.

Baca juga: Pak Anies, Pejabat Daerah Tak Bisa Minta Prioritas di Jalan

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus