Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Selain menimbulkan dampak psikologis berupa malu, cemas dan tidak percaya diri, kutil kelamin yang tidak diobati juga dapat menyebabkan kanker di daerah vital. Tak heran, banyak pasien pun ingin menghilangkan kutil pada kelamin mereka.
Baca: Awas, Virus Penyebab Kutil Kelamin Sulit Diobati di Kondisi Ini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dokter kulit dan kelamin, Anthony Handoko mengatakan banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ini. Tentunya, hal tersebut meliputi pengobatan mandiri maupun dengan tenaga ahli.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Untuk pengobatan mandiri, Anthony mengatakan bahwa pasien dapat mengolesi bagian kutil dengan krim atau saleb yang mengandung asam trikloroasetat. Namun perlu diingat, ini hanya dapat diterapkan pada kutil yang berukuran kecil. “Biasanya dokter akan memberikan krim atau saleb untuk kutil kecil. Efek sampingnya ada iritasi hingga nyeri saja,” katanya pada 28 Maret 2019 pada acara konferensi pers yang bertajuk tema 'Kutil kelamin : bagaimana menanganinya dan kemana harus konsultasi?'.
Sebagai opsi lain, pengobatan dengan tenaga ahli dapat menjadi pilihan. Umumnya, tindakan bedah yang dilakukan dokter spesialis akan disarankan pada pasien yang tidak respon dengan pemberian obat-obatan di atas, atau pada kutil kelamin berukuran besar. Salah satu tindakan yang dianggap Anthony paling ampuh adalah dengan electrocautery.
Baca: Selain Vaksinasi, Hindari Virus Penyebab Kutil Kelamin dengan Ini
Electrocautery merupakan metode bedah yang menggunakan listrik untuk membuang jaringan abnormal, termasuk kutil kelamin. Metode ini juga dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan setelah operasi, dan mencegah infeksi. “Sebenarnya ada krioterapi yang menggunakan nitrogen cair dan eksisi dengan pisau bedah, tapi yang bisa 100 persen menghilangkan kutil kelamin adalah electrocautery,” katanya.