Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Polisi akan Berlakukan Oneway Nasional saat Puncak Arus Balik, Begini Skemanya

Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri akan memberlakukan satu arah nasional saat puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 6 April 2025

4 April 2025 | 17.07 WIB

Suasana arus balik kendaraan pemudik  pada H+3 lebaran di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 4 April 2025.  Tempo/Prima Mulia
Perbesar
Suasana arus balik kendaraan pemudik pada H+3 lebaran di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 4 April 2025. Tempo/Prima Mulia

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri akan memberlakukan satu arah nasional saat puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 6 April 2025. Penerapan kebijakan itu akan ditandai dengan pengibaran bendera (flag off) oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Flag off itu akan diberlakukan hari Minggu jam 09.00 WIB. Semoga arus balik Operasi Ketupat berjalan dengan lancar. Pemudik bisa pulang dengan selamat sampai tujuan,” kata Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 4 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Agus menyebut akan memperbanyak penempatan personel kepolisian di sekitar ruas tol dan jalur arteri yang akan dilalui para pemudik. Menurut dia, tindakan ini akan mempermudah pengendara saat membutuhkan bantuan dari polisi lalu lintas.

“Kapolri memerintahkan dilakukan penebalan personel di pinggir jalan tol dan jalan alternatif nasional, serta tempat-tempat wisata. Tentu kami akan merumuskan skenarionya,” ucap jenderal polisi bintang dua itu.

Selain kebijakan satu arah nasional, Agus juga membeberkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang terjadi pada momen arus balik Lebaran 2025. Semisal memberlakukan lawan arus hingga satu arah skala lokal. "Contraflow itu tentunya harus melihat parameter-parameter di KM 71 radar manakala sudah per jam berturut-turut 5.500 kendaraan, kami akan melakukan contraflow lajur 1," ungkapnya. 

Kemudian, apabila terdapat peningkatan volume kendaraan di KM 71 per jam berturut-turut 6.400 maka akan dilakukan contraflow lajur 2 dan seterusnya hingga lajur 3. Hal itu bertujuan untuk menarik arus yang berasal dari arah timur.

"Dari KM 188-70 termasuk juga nanti akan kita perpanjang dari Km 246-188 hingga 70. Sehingga arus yang dari timur dari Pejagan dari Brebes dari Tegal dari Kalikangkung, Semarang itu kita dorong lebih keras atau lancar ke arah barat arah Jakarta," ucap Agus.

Alif Ilham Fajriadi

Bergabung dengan Tempo sejak November 2023. Lulusan UIN Imam Bonjol Padang ini tertarik pada isu perkotaan, lingkungan, dan kriminalitas. Anggota Aliansi Jurnalis Independen.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus