Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perilaku

Berita Tempo Plus

Sebelum Tercekik Sekte Apokaliptik

Sekte hari kiamat, seperti di Kenya, menarik orang yang rentan secara mental. Ajaran serupa muncul di Indonesia pada 2003.

1 Mei 2023 | 00.00 WIB

Anggota korban doktrin sekte hari kiamat Good News International dijaga oleh petugas polisi Kenya di hutan Shakahola, Kilifi, Kenya, 23 April 2023. REUTERS/Stringer
Perbesar
Anggota korban doktrin sekte hari kiamat Good News International dijaga oleh petugas polisi Kenya di hutan Shakahola, Kilifi, Kenya, 23 April 2023. REUTERS/Stringer

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Lebih dari 109 orang menjadi korban bunuh diri massal sekte hari kiamat di Kenya.

  • Pemimpin sekte apokaliptik manipulatif dan memanfaatkan orang yang rentan secara mental.

  • Untuk mencegahnya, perlu membangun budaya berpikir kritis.

Hutan Shakahola di bagian timur Kenya menjadi kuburan massal. Di area seluas lebih-kurang 800 hektare itu ditemukan jenazah lebih dari seratus anggota sekte hari kiamat Good News International. Para korban ditemukan di perkebunan milik pendeta Paul Mackenzie Nthenge, sang pemilik gereja. Selain 109 jenazah itu, ratusan pengikut lainnya masih belum ditemukan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus