Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, - Amerika Serikat menyambut baik deklarasi gencatan senjata oleh Taliban selama tiga hari untuk menghormati Idul Fitri. Namun AS mendesak agar kelompok itu mau menghentikan serangannya untuk jangka panjang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Kami menyambut baik pengumuman ini dan setiap langkah yang memungkinkan rakyat Afganistan mendapat penangguhan hukuman dari kekerasan," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price, dalam konferensi pers di Washington, DC dikutip dari Aljazeera, Selasa, 11 Mei 2021.
"Kami mendesak Taliban untuk memperpanjang gencatan senjata ini dan memerintahkan pengurangan kekerasan yang signifikan," kata Price.
Sebelumya Taliban mengatakan mereka akan menghentikan serangan kepada pemerintah Afganistan selama tiga hari untuk menghormati Idul Fitri. "Agar mujahidin kembali memberikan suasana damai dan aman kepada rekan-rekan kita selama Idul Fitri sehingga mereka dapat merayakan kesempatan yang menggembirakan ini. Semua mujahidin diperintahkan untuk menghentikan semua operasi ofensif," kata juru bicara Taliban, Mohammad Naeem.
Idul Fitri akan dimulai pada Rabu atau Kamis besok tergantung pada penampakan bulan.
Naeem mengatakan para pejuang kelompok itu telah diperintahkan untuk menghentikan semua operasi militer terhadap pemerintah Afganistan, tetapi menambahkan mereka siap untuk membalas jika diserang oleh pasukan pemerintah.
Fraidoon Khwazoon, juru bicara Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afganistan, yang memimpin proses perdamaian, mengatakan kelompok itu menyambut baik pengumuman gencatan senjata Taliban.
Deklarasi gencatan senjata datang dua hari setelah pemboman di luar sebuah sekolah di bagian barat ibu kota Afganistan, Kabul, yang menewaskan sedikitnya 68 orang, kebanyakan dari mereka adalah pelajar, dan melukai lebih dari 165 lainnya.
Pemimpin pemerintah Afganistan mengatakan Taliban berada di balik serangan itu. Taliban membantah terlibat dalam pemboman dan mengutuk peristiwa tersebut. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Sumber: ALJAZEERA