Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Ibu kandung Rohana Abdullah, Salimah Osman, 52 tahun, mengungkapkan alasannya meninggalkan sang anak saat berusia dua bulan di Malaysia. Salimah adalah tenaga kerja wanita atau TKW asal Indonesia di Malaysia. Saat itu ia bekerja sebagai petugas kebersihan di taman kanak-kanak tempat ibu angkat Rohana bekerja, Chee Hoi Lan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Saat menitipkan anaknya, Salimah berpesan kepada Chee Hoi Lan agar membesarkan Rohana sebagai muslim. Dia mengatakan kepada Chee bahwa izin kerjanya telah habis. Ia pun harus kembali ke Indonesia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Salimah Tak Ingin Masuk Daftar Hitam di Malaysia
Menurut Salimah, saat itu dia tidak punya pilihan karena dia tidak ingin masuk daftar hitam di Malaysia karena tinggal secara ilegal hingga melebihi batas waktu. Dia pun menyerahkan anaknya untuk dirawat oleh wanita itu.
“Saya tidak punya cara lain. Saat itu, Laoshi (Chee) mengatakan kepada saya bahwa dia bersedia menjaga Rohana karena saya tidak punya orang lain di sini," ujarnya seperti dikutip dari Harian Metro.
"Setelah dipikir-pikir, saya setuju. Meski enggan, saya harus. Yang saya minta adalah tidak pindah agama (anaknya). Itu saja," katanya saat ditemui Harian Metro pekan lalu.
Salimah mengatakan dia sempat kembali ke Malaysia dan merasa lega mengetahui bahwa putrinya dirawat dengan baik. Dia berterima kasih kepada Chee yang telah menggantikan posisinya sebagai ibu selama ini. “Saya berterima kasih kepada Laoshi karena telah menggantikan saya," ujarnya.
Sempat Khawatir Rohana Pindah Agama
Dia mengatakan ingin datang lebih sering ke Malaysia untuk bertemu putrinya. "Tapi saya bukan orang mampu, jadi tidak bisa. Alhamdulillah, dia sudah besar dan masih tetap dalam Islam. Terima kasih Laoshi telah merawat anak saya dengan baik," katanya.
Salimah sempat khawatir Rohana pindah agama karena tinggal bersama Chee yang non-Muslim. Ia hanya bisa berdoa agar kehidupan anaknya dimudahkan dan dijaga oleh Tuhan. “Ibu mana yang tidak sayang anaknya. Saya ingin melakukan sesuatu, saya ingin membawanya kembali ke Indonesia, tapi saya tidak bisa," ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
“Saya berhutang budi kepada rakyat dan pemerintah Malaysia yang telah membantu selama anak saya berada di sini," ujarnya saat ditemui di Malaysia.
Dia mengatakan bila semua masalah Rohana telah selesai, Salimah akan kembali ke Bandung. "Kalau semua sudah selesai, saya akan kembali ke Bandung. Saya tinggal di sana, setidaknya saya tahu masalah anak saya sudah selesai," katanya.
Rohana mengatakan dia mencintai kedua ibunya dan bersyukur bahwa mereka memberikan cintanya. Dia menghargai jasa mereka berdua. “Saya berterima kasih kepada semua orang yang mendoakan saya, Laoshi dan ibu. “Saya doakan juga semoga sukses untuk semua pihak. Semoga kita semua dimudahkan,” ujarnya.
Rohana Tak Punya Kewarganegaraan
Rohana Abdullah adalah anak tenaga kerja wanita atau TKW asal Indonesia. Ayahnya adalah warga negara Malaysia.
Hingga berusia 22 tahun, Rohana tak memiliki kewarganegaraan. Akibatnya dia tak bisa bersekolah, bekerja atau bahkan memiliki rekening di bank.
Ibu kandung Rohana, Salimah Osman adalah petugas kebersihan di Sekolah Taman Kanak-Kanak atau Tadika yang dikelola oleh Chee Hoi Lan. Saat Salimah pulang ke Indonesia, ia menitipkan Rohana kepada Chee Hoi Lan.
Sejak berusia dua bulan Chee Hoi Lan merawat Rohana secara Islam. Ia disekolahkan di Kelas Dasar Fardu Ain (Kafa). Sejak 2016 Rohana sudah mengurus kewarganegaraan di Malaysia .
Baca: Menteri Malaysia Sebut Penyebab Rohana Abdullah Tak Punya Kewarganegaraan
HARIAN METRO | ANTARA