Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Polemik Trump dan Afrika Selatan: Memotong Pendanaan hingga Menuduh Soal Adanya Penyitaan Tanah

Trump mengumumkan akan memangkas pendanaan untuk Afrika Selatan

4 Februari 2025 | 17.36 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melempar pena setelah menandatangani perintah eksekutif pada parade pengukuhan Presiden Amerika Serikat di Capital One Arena, Washington, DC, Amerika Serikat, 20 Januari 2025. REUTERS/Carlos Barria
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melempar pena setelah menandatangani perintah eksekutif pada parade pengukuhan Presiden Amerika Serikat di Capital One Arena, Washington, DC, Amerika Serikat, 20 Januari 2025. REUTERS/Carlos Barria

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, 2 Februari 2025 mengumumkan akan memangkas pendanaan untuk Afrika Selatan. Adapun alasannya mengenai kebijakan penyitaan tanah oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Trump menuding Afrika Selatan sedang menyita tanah dan kelompok masyarakat tertentu yang diperlakukan dengan sangat buruk.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pada Januari 2025, Ramaphosa menandatangani RUU yang akan mempermudah negara mengeksplorasi tanah demi kepentingan publik. RUU ini mendapat penolakan dari partai dalam koalisi pemerintahan.

Polemik Trump terhadap Presiden Afrika Selatan


1. Pembelaan Ramaphosa

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Cyril Ramaphosa mengatakan pemerintah Afrika Selatan tidak menyita tanah apa pun dan dia berharap dapat terlibat dengan Trump untuk mendorong pemahaman lebih baik atas kebijakan yang menurut dia memastikan akses publik yang adil terhadap lahan. “RUU yang baru diadopsi tentang eksplorasi, bukan sebuah instrumen penyitaan. Namun mandat konstitusional proses legal untuk memastikan akses publik lahan secara adil dan berpedoman konstitusi,” kata Rampahosa, Senin, 3 Februari 2025.21

2. Saham Pemerintah Afrika Selatan Turun

Dikutip dari Reuters, Rand, saham dan obligasi pemerintah Afrika Selatan merosot pada Senin, 3 Februari 2025. Ini setelah Trump akan menangguhkan bantuan ke negara tersebut. Pada pukul 15.02 GMT, Rand diperdagangkan 18,8675 terhadap dolar Amerika 0,9 persen lebih lemah dari level penutupan pada Jumat. Sebelumnya pada hari itu, Rand turun hampir 2 persen.

Casey Sprake, analis investasi di Anchor Capital, menjelaskan bahwa sektor otomotif dan pertanian sangat rentan karena Afrika Selatan saat ini menikmati akses bebas bea ke pasar Amerika berdasarkan inisiatif perdagangan era Clinton. Annabel Bishop, ekonom Investec, mengatakan Rand juga tertekan akibat tarif Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan Cina, yang mengangkat dolar ke nilai tertinggi beberapa tahun terhadap banyak mata uang global.

3. Menghentikan Pendanaan

Pada Minggu, 2 Februari 2025, Trump mengatakan bahwa golongan tertentu di Afrika Selatan diperlakukan sangat buruk. Trump akan menghentikan pendanaan untuk negara itu sampai masalah tersebut diselidiki.

"Afrika Selatan menyita tanah dan memperlakukan kelompok orang tertentu dengan sangat buruk. Amerika Serikat tidak akan tinggal diam, kami akan bertindak. Selain itu, saya akan menghentikan semua pendanaan ke Afrika Selatan hingga penyelidikan menyeluruh atas situasi ini selesai!" kata Trump dalam posting Truth Social, dikutip Reuters.

Suci Sekarwati turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus