Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Olahraga

Bulu Tangkis: PB Djarum Bertekad Lahirkan Kevin Sanjaya Baru

Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Djarum bertekad melahirkan Kevin Sanjaya baru.

19 Februari 2018 | 18.24 WIB

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menjadi pasangan ganda putra Indonesia yang paling berprestasi. Mereka berhasil merebut tujuh gelar juara di seri turnamen super series/premier musim ini. Dok. TEMPO/Aditia Noviansyah
Perbesar
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon menjadi pasangan ganda putra Indonesia yang paling berprestasi. Mereka berhasil merebut tujuh gelar juara di seri turnamen super series/premier musim ini. Dok. TEMPO/Aditia Noviansyah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Perkumpulan bulu tangkis (PB) Djarum bertekad melahirkan Kevin Sanjaya baru. Mereka terus menempa atlet binaanya dengan berbagai cara termasuk dengan penggemblengan mental atlet muda di di Markas Zona 235 Outdoor Training Center, Cikole, Lembang, Bandung, Senin.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Kevin alumni 2011. Dia juga melakukan yang sama dengan 67 atlet yang sekarang digembleng disini. Makanya kami melakukan lagi pembentukan karakter lagi," kata Program Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin di Lembang, Bandung Barat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut dia, dengan kembali digelar pembentukan mental dan karakter ini bisa memunculkan Kevin-Kevin yang prestasinya sangat bersinar pada kancah perbulutangkisan dunia. Mental memang menjadi salah satu modal untuk menjadi juara.

Ia tidak menampik jika banyak atlet asal PB Djarum yang masuk pelatnas. Namun, ia mengakui, prestasi mereka tidak semoncer Kevin Sanjaya yang saat ini menjadi pasangan ganda putra nomor satu dunia bersama dengan Marcus Gideon.

"Ada delapan atlet PB Djarum di pelatnas, seperti Praveen Jordan, Debby Susanto dan Dinar, tapi prestasinya belum sepenuhnya maksimal. Belum se-fenomenal Kevin Sanjaya," katanya menambahkan.

Melalui pembentukan mental dan karakter ini, kata dia, pemain muda PB Djarum bisa termotivasi untuk berprestasi tinggi. Apalagi peluang untuk meraihnya cukup terbuka mengingat selama ini sudah mendapatkan fasilitas lebih selama menjalani pemusatan latihan.

"Memang pada awalnya mereka kaget dengan kondisi ini. Tapi seiring perjalanan waktu para atlet bisa mulai menyesuaikan. Kekompakan mereka juga diuji disini. Bahkan secara militer," kata Yoppy menegaskan.

Pada Outbond PB Djarum 2018 diikuti semua atlet PB Djarum yang usianya di atas 15 tahun yang tidak masuk pelatnas sebanyak 67 atlet. Mereka benar-benar meninggalkan kenyamanan yang selama ini didapat di PB Djarum. Bahkan, mereka harus bersinergi dengan alam baik siang maupun malam.

Terkait waktu pelaksanaan penggemblengan mental dan karakter, Yoppy menjelaskan jika rencananya dilakukan lima tahun sekali. Namun, karena ada beberapa hal termasuk persiapan olimpiade, akhirnya pelaksanaannya ditunda dan baru terlaksana tahun ini.

"Planning ke depan empat tahun sekali. Kenapa? Karena kegiatan ini sangat efektif. Ketangguhan mental atlet memang bisa terbangun melalui kegiatan seperti ini," kata pria berkaca mata itu.

Sementara itu salah satu atlet muda PB Djarum, Irdina mengaku sempat kaget saat menjalani kegiatan ini. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, dirinya mengaku bisa beradaptasi dengan baik meski tantangan yang dihadapi cukup berat.

"Ini pertama kali saya ikut outbond. Pertama sempat tegang, tangan pegel, ngos-ngosan. Tapi saya bertekad menyelesaikan semua tantangan. Ternyata bisa. Di sini berbeda sekali dengan latihan di Kudus. Setiap melangkah ada aturannya," katanya usai menyelesaikan Two Rope Bridge.

Saat menjalani tantangan di Two Rope Bridge, Irdina yang berjalan dengan dua rekannya yaitu Alan dan Alvin sempat terlepas dari sling baja. Namun, berkat keteguhan akhirnya mampu menyelesaikan tantangan yang berada diatas sebuah sungai itu.

Penggemblengan mental dan karakter atlet muda PB Djarum ini dilakukan sejak Minggu, 18 Februari 2018, dan akan berakhir Selasa, 20 Februari. Setelah itu, para atlet bulu tangkis ini akan kembali ke Kudus untuk kembali menjalani pelatihan yang terlebih dahulu akan mendapatkan evaluasi hasil Outbond PB Djarum 2018.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus