Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Olahraga

Gagal Juara di All England, Praveen/Debby Kembali Dipisah

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto kembali "diceraikan" selepas turnamen bulu tangkis All England 2018.

17 Maret 2018 | 10.49 WIB

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Debby Susanto (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Taiwan Lee Yang dan Hsu Ya Ching pada babak pertama kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, 14 Maret 2018. Praveen dan Debby melaju ke babak kedua setelah menang dua game langsung dengan skor 21-12, 21-19. ANTARA/Handout/Humas PBSI
Perbesar
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kiri) dan Debby Susanto (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Taiwan Lee Yang dan Hsu Ya Ching pada babak pertama kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, 14 Maret 2018. Praveen dan Debby melaju ke babak kedua setelah menang dua game langsung dengan skor 21-12, 21-19. ANTARA/Handout/Humas PBSI

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto kembali "diceraikan" selepas turnamen bulu tangkis All England 2018. Keduanya terhenti di babak perempat final.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Debby tertawa ketiak ditanya soal pemisahan kembali itu. "Back to reality ya? ha ha ha. Mungkin seperti itu ya. Tapi ke depannya seperti apa kan kita tidak tahu keputusan pelatih. Tetapi sementara ini ya ke pasangan masing-masing," kata dia, seperti termuat dalam keterangan PBSI yang diterima di Jakarta, Sabtu malam.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sejak awal tahun keduanya memang sudah dipisahkan. Praveen berduet dengan Melati Daeva Oktavianti. Sedangkan Debby berpasangan dengan Ricky Karanda Suwardi.

Di All England 2018, Praveen/Debby kembali disatukan. Bersama pasangan barunya mereka belum memenuhi syarat untuk tampil karena tak masuk ranking 32 besar. Tapi, mereka pernah juara pada dua tahun silam, sehingga berhak tampil.

Mengawali turnamen dengan baik, keduanya akhirnya kandas di babak perempat final, Jumat malam. Mereka dikalahkan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen, dengan skor 16-21, 15-21.

Pertandingan sendiri sempat berlangsung ramai di awal game pertama, sayangnya sejumlah kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan Praveen/Debby membuat pasangan Denmark kian unggul.

"Kami sudah coba yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin, mereka memang bagus. Dibanding dengan Joachim Fischer Nielsen, Christiansen lebih lincah, gerakannya cepat, mungkin karena Fischer lebih tinggi," kata Praveen.

Selain itu, menurut Debby, lawan mereka kali ini masih bermain lebih rapi, jarang melakukan kesalahan sendiri walau disebutnya mereka sama-sama siap.

"Kami juga merasa dirugikan dengan keputusan hakim servis, apalagi saya, batas tingginya kan sedada saya, sudah servis tennis itu kalau sedada. Sementara lawan mau servis lob atau seperti apa pun servisnya, tidak ada yang dinyatakan fault," ujar Debby.

"Ini sedikit mempengaruhi kami, walau bagaimana pun juga, kami merasa dirugikan. Apalagi terjadi di saat poin yang dibilang krusial, lagi ramai permainannya," tutur Debby.

Kegagalan Praveen/Debby membuat Indonesia kini hanya punya satu wakil di semifinal All England 2018, yakni pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus