Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Sosok Muhammad Ali dikenal sebagai legenda sekaligus atlet tinju dunia terbesar sepanjang masa. Namun, sebelum dipanggil nama Muhammad Ali, ia semula dikenal dengan nama Cassius Clay. Apa kisah di balik perubahan nama Muhammad Ali tersebut?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Sebelumnya, publik di seluruh dunia pasti mengenal Muhammad Ali. Dia dengan mudah menjadi petinju paling terkenal dalam sejarah. Lahir pada tahun 1942, Ali yang baru berusia 18 tahun sudah memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Panas 1960.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Momen tersebut, membuat gerakan hak-hak sipil menaruh perhatian luas terhadap sosok Muhammad Ali, sebagai simbol perjuangan. Ali mencoba bergabung dengan Nation of Islam pada tahun 1961. Organisasi Islam di Amerika Serikat itu awalnya menolaknya karena khawatir petinju ulung itu tidak bisa menyesuaikan dengan gaya hidup para anggota.
Dilansir dari Euronews Culture, salah satu peraturan yang harus dipatuhi, yakni mewajibkan semua anggotanya untuk mengubah nama apa pun yang mewarisi budak. Bagi Ali, nama Cassius Clay adalah nama yang terkait dengan perdagangan budak.
Meski demikian, nama Cassius Clay sendiri merupakan nama yang diberikan oleh keluarga Ayahnya sebagai bentuk penghormatan terhadap petarung terkenal di era itu, yaitu Cassius Marcellus Clay Sr. Namun, setelah ia bergabung dengan Nation of Islam, Muhammad Ali merasa tidak nyaman lagi dengan nama Cassius Clay yang dianggap sebagai nama budak.
Oleh karena itu, pada 6 Maret 1964, ia mengumumkan kepada dunia bahwa ia akan menggunakan nama Muhammad Ali sebagai pengganti nama Cassius Clay, melansir Britannica.
Perubahan nama Cassius Clay menjadi Muhammad Ali bukanlah tanpa kontroversi dan penolakan. Sebagian orang menganggap perubahan nama ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara dan tradisi Amerika Serikat.
Selain itu, nama Muhammad Ali juga dianggap sebagai nama yang asing dan aneh bagi sebagian orang Amerika. Namun, Muhammad Ali tetap teguh dengan keputusannya dan mempertahankan penggunaan nama Muhammad Ali sepanjang karir tinjunya.
Tiga tahun pasca pergantian nama menjadi Muhammad Ali, dia berhasil mendominasi tinju dunia. Namanya kini dikenang sebagai sosok legenda tinju dunia sepanjang masa.
HARIS SETYAWAN
Pilihan editor :
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.