Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton tak khawatir dengan ancaman larangan tampil di Grand Prix Inggris dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) karena memiliki tindik dan perhiasan di sejumlah anggota badannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pembalap Mercedes, yang memiliki banyak tindikan itu, terlibat perselisihan dengan FIA tentang penggunaan perhiasan saat balapan pada bulan Mei lalu tetapi diberi pengecualian sampai Silverstone untuk item yang memerlukan intervensi khusus seperti tindik di hidung (piercing).
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pengecualian itu sekarang telah berakhir, dengan beberapa laporan media menunjukkan Hamilton mungkin tidak diizinkan untuk memulai balapan hari Minggu, tetapi pembalap itu menolak skenario itu ketika ditanya di sirkuit pada hari Kamis, 30 Juni 2022.
"Ini agak gila untuk berpikir bahwa dengan segala sesuatu yang terjadi di dunia yang menjadi fokus orang," kata pembalap Inggris paling sukses sepanjang masa yang masih menggunakan tindik hidung dan telinga saat sesi konferensi pers kemarin.
"Saya akan balapan akhir pekan ini. Saya akan bekerja dengan FIA. Saya akan mengatakan masalah ini tidak terlalu penting untuk dibesar-besarkan. Saya akan bekerja dengan (presiden FIA) Mohammed (Ben Sulayem) dan timnya sehingga kami dapat maju ke depan."
Larangan menggunakan perhiasan, serta pemakaian pakaian dalam yang tidak sesuai aturan, sebenarnya sudah ditetap oleh FIA namun jarang diterapkan.
Sebagai contoh, pembalap F1 diwajibkan untuk menggunakan pakaian pelindung tahan api untuk mengurangi risiko terbakar pada saat terjadi kecelakaan. Namun, pakai dalam yang dikenakan pembalap sebelum pakaian pelindung tahan api disebut dapat meningkatkan risiko luka bakar jika terjadi kecelakaan.
Bos tim Mercedes Toto Wolff mengatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung dengan FIA.
"Ini telah menjadi topik yang telah lama dibahas dan mereka telah mencapai konsensus," kata pria Austria itu.
"Tidak akan ada masalah."
Baca juga: Lewis Hamilton Punya Rekor Kemenangan Terbanyak F1 di Silverstone
Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto