Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sepakbola

Maarten Paes Cerita Persaingan dengan Emil Audero Mulyadi di Posisi Kiper Timnas Indonesia

Maarten Paes bicara soal persaingannya dengan penjaga gawang Palermo FC Emil Audero Mulyadi di Timnas Indonesia.

4 April 2025 | 16.17 WIB

Pesepak bola Timnas Indonesia  Maarten Paes di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 19 November 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Perbesar
Pesepak bola Timnas Indonesia Maarten Paes di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 19 November 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Maarten Paes bicara soal persaingannya dengan penjaga gawang Palermo FC Emil Audero Mulyadi di Timnas Indonesia. Menurut kiper FC Dallas itu, Emil adalah penjaga gawang yang berkualitas bagus. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pengalaman Emil bermain untuk klub-klub besar seperti Inter Milan, Juventus, Sampdoria membuktikan kualitas tersebut. “Sekarang dia bermain untuk Palermo dengan status pinjaman dari Como. Pengalaman di Serie A. Jadi, bagi saya sangat menyenangkan bisa bertemu dengannya, berlatih dengannya,” kata Paes, dikutip dari Youtube FC Dallas. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Emil resmi menjadi pesaing Maarten Paes di Timnas Indonesia setelah proses naturalisasinya rampung pada Maret lalu. Kiper kelahiran Mataram, 18 Januari 1997, itu belum dimainkan dalam dua laga terakhir Timnas Indonesia melawan Australia dan Bahrain.

Dalam dua pertandingan lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu, posisi penjaga gawang utama Timnas Indonesia  masih dipercayakan kepada Maarten Paes. Meski begitu, Paes tetap bersikap bijak dengan kehadiran Emil. “Dia penjaga gawang yang luar biasa.” 

“Saya rasa, kami berdua memiliki kualitas tinggi. Gaya bermain di bawah mistar sedikit berbeda, tapi kami berdua memiliki kualitas yang baik. Kami saling bersaing, tapi dengan cara yang sangat normal dan ramah. Dan itu hanya di lapangan,” ujar mantan kiper FC Utrecht itu.

Kiper berusia 26 tahun itu menuturkan bahwa persaingan untuk mendapatkan posisi utama di tim adalah hal yang lumrah di sepak bola. Itu juga dialaminya di FC Dallas. Meski bersaing, dia tetap orang yang sama, yakni menjadi orang yang baik dan lebih memilih untuk belajar dari satu sama salin daripada saling membenci.

“Itu cara saya melakukannya. Kemudian, pelatih yang memutuskan penjaga gawang mana yang mereka pikir akan memberikan hasil terbaik. Jadi, itu di luar kendali saya. Kali ini saya yang dipilih, saya sangat senang. Ini adalah kehormatan untuk mendapatkan caps di kariermu dan harus terus bekerja keras, bermain lebih banyak menit dan mendapatkan hasil yang baik,” ujar Paes.

Selain itu, Paes juga merasa tenang saat ini Timnas Indonesia memiliki barisan kiper yang berkualitas. Selain Emil Audero Mulyadi, saat ini juga ada dua kiper yang berlaga di Liga 1 yakni Ernando Ari Sutaryadi dan Nadeo Argawinata. Apalagi dia dipastikan tidak bisa bermain dalam laga melawan Cina, 5 Juni nanti, lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Meski dia mengakui, saat ini PSSI sedang berupaya banding untuk sanksi tersebut. “Kami memiliki pengganti yang bagus,” ujar dia.

Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero melakukan sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 24 Maret 2025. Tempo/M Taufan Rengganis.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus