Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Bahan dasar velg ada alloy atau racing yang terbuat dari bahan logam campuran dan ada velg kaleng terbuat dari besi. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Baca: Velg Alloy Diuji bersama Velg Kaleng, Mana yang Lebih Kuat?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut Supervisor PT Arviapratama Tiara yang merupakan Importir velg, Agus Tejonopriyanto mengatakan, velg alloy atau racing terbuat dari komposisi bahan yang cukup banyak seperti alumunium, tembaga, titanium, dan banyak lagi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kelebihannya, lanjut dia pastinya velg alloy ini bobotnya lebih ringan dibandingkan velg kaleng. Dari sisi estetika juga pastinya lebih bagus karena banyak pilihan bentuk. Palang-palangnya sangat bervariasi.
Tapi kekurangannya velg alloy bisa bisa pecah jika terkena benturan yang sangat keras. Harga juga pasti jauh lebih mahal dari velg kaleng.
Sedangkan velg besi atau kaleng sering terlihat pada mobil bawaan pabrik yang paling standar. Velg ini memang paling kuat, tapi modelnya hanya begitu sehingga dalam penampilan velg ini memang kurang.
Baca: Tip Menaikkan Ukuran Velg Mobil Agar Tetap Aman Dipakai Harian
Umumnya velg kaleng digunakan pada mobil-mobil angkutan seperti mobil pikap, karena memang kekuatan velg ini diandalkan untuk mengangkut beban yang berat, dan cukup kuat ketika menghantam benturan atau keadaan jalan berlubang.
Soal harga, PT Arviapratama Tiara membanderol velg alloy atau velg racing ini mulai dari Rp 3 juta sampai 200 juta. Ukuran yang tersedia mulai 13 hingga 28 inci. Sedangkan velg kaleng biasanya mulai dijual Rp 100-500 ribu.