Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Diet Sampah, Agni Pratistha Mulai dengan Popok Kain dan Pembalut Reusable

Agni Pratistha terkejut dengan jumlah popok sekali pakai yang diperlukan untuk seorang anak, akhirnya dia memilih popok yang bisa dipakai lagi.

24 Februari 2021 | 08.50 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Agni Pratistha. dok.avatara88

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Agni Pratistha menjalani gaya hidup ramah lingkungan dengan mengurangi produksi sampah di rumah. Puteri Indonesia 2006 itu memulainya dengan pemakaian popok kain atau cloth diaper (clodi) untuk anak-anaknya sejak tujuh tahun lalu. Dia juga memilih menggunakan pembalut reusable atau menstrual cup dibandingkan dengan pembalut sekali pakai.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurut dia, diet sampah ini tak sengaja dia mulai ketika akan melahirkan tujuh tahun silam. Saat menghitung berapa banyak stok popok bayi yang perlu dia siapkan sampai anaknya bisa ke toilet sendiri, dia kaget dengan hasilnya. 

“Akhirnya cari substitusi yang paling tepat untuk popok disposable anak, ya balik lagi ke popok kain. Dari situlah aku mulai pakai popok kain,” kata dia saat Instagram Live Cerita Cantika “Cara Mudah Diet Sampah” bersama Cantika.com untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada Minggu, 21 Februari 2021.

Sebelum mulai memakai popok kain, Agni berdiskusi dulu dengan suaminya karena harus berbagi tugas. Sebab, mencuci kain berarti ada tambahan pekerjaan, sementara mereka mengurus anak tanpa bantuan orang lain. Akhirnya, hingga anak ketiga yang saat ini usianya baru beberapa bulan, dia tetap memilih popok kain.

Namun, Agni mengaku tidak terlalu ketat. Dia sesekali masih memakaikan anaknya popok kain dalam situasi darurat, seperti saat musim hujan seperti ini yang membuat popok kering lebih lama.

Setelah popok kain, lama-lama dia mulai beralih ke pembalut kain untuk digunakan saat menstruasi. Selain karena hemat, Agni juga mengaku sering mengalami alergi jika menggunakan pembalut sekali pakai.

“Aku mengalami itu (rash) dengan pembalut sekali pakai karena semuanya chemical. Memang lebih praktis,” kata aktris "Mengejar Matahari" ini.

Untungnya dia sudah mengenal kedua jenis pembalut, yang dicuci dan yang tidak, sejak pertama menstruasi. Tapi meskipun sekali pakai, Agni juga sering mencuci terlebih dahulu sebelum membuangnya.

“Kenapa nggak pakai (pembalut) kain aja sekalian? Akhirnya sekarang pakai menstrual cup juga,” ujar adik aktris Sigi Wimala ini.

Menggunakan popok kain atau pembalut reusable sering kali dianggap merepotkan. Tapi, karena dimulai dengan hal yang sulit, dia merasa diet sampahnya kini semakin mudah.

Agni Pratistha juga membuat system di rumahnya yang membuat anak-anaknya bijak terhadap sampah, termasuk menyiapkan tempat sampah dan memilahnya, menyimpan bungkus kado untuk digunakan kembali,  juga menggunakan kardus bekas untuk untuk membuat mainan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus