Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - California membuat langkah yang sangat berani dalam menghadapi kebakaran hutan dengan rencana pelarangan penjualan mobil baru bertenaga bensin pada 2035. New Jersey bisa jadi bakal mengikutinya.
Departemen Perlindungan Lingkungan Negara Bagian New Jersey, AS, merilis Laporan Tindakan Respons Pemanasan Global pada minggu ini. isinya, mobil bertenaga bensin harus pergi dari New Jersey.
Keputusan tersebut untuk mengurangi emisi gas rumah kaca New Jersey hingga 80 persen pada 2006. Maka beberapa perubahan yang cukup besar perlu dilakukan.
Melihat data tersebut, Departemen Perlindungan Lingkungan menunjukkan bahwa mobil penumpang menyumbang 42 persen polusi gas rumah kaca dan 70 persen dari seluruh emisi sektor transportasi di sana.
Jika pemerintah negara bagian mengadopsi data tersebut maka 88 persen mobil baru harus bertenaga listrik atau sel bahan bakar hidrogen pada 2030. Maka hanya dalam lima tahun lagi, 100 persen mobil baru di New Jersey harus menghasilkan nol emisi, termasuk jenis truk dan SUV.
Seperti dikutip CNET pada Rabu lalu, 21 Oktober 2020, Kantor Gubernur New Jersey Phil Murphy tidak segera menjawab permintaan komentar dari Roadshow tentang rekomendasi laporan tadi.
Larangan mobil baru bermesin pembakaran internal (bensin) adalah aturan yang sangat ideal. Harga mobil listrik belum setara dengan dengan mobil bertenaga bensin sehingga kurang terjangkau bagi masyarakat.
Kredit pajak dan insentif memang membantu peredaran mobil listrik, tapi hampir tidak ada keinginan untuk memperluasnya ke seluruh wilayah di AS. Bahkan, legislasi untuk memperpanjang kredit pajak federal bagi mobil listrik berulang kali gagal di tingkat nasional.
Sementara itu, laporan mengatakan New Jersey perlu secara dramatis meningkatkan tingkat adopsi kendaraan listrik dari sekitar 8.000 setiap tahun saat ini menjadi 110.000 unit di masa depan. Sebuah pencapaian yang tak mudah digapai.
CNET
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini