Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Tepat hari ini 29 tahun lalu, perusahaan internet Yahoo! didirikan di Amerika Serikat. Yahoo! Inc. adalah sebuah perusahaan internet multinasional yang berkantor pusat di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini merupakan salah satu situs web terbesar di Amerika Serikat dengan sekitar 700 juta pengunjung setiap bulannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo pada Januari 1994, Yahoo! baru benar-benar terbentuk pada 2 Maret 1995. Awalnya, Yahoo! hanya kumpulan bookmark atau petunjuk halaman buku.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ide tersebut muncul pada April 1994, ketika dua mahasiswa Universitas Stanford membuat daftar bookmark selama liburan kuliah dan mengelompokkannya berdasarkan kata kunci, kemudian memutuskan untuk mempublikasikannya di web. Mereka membuat program database sehingga karya mereka bisa diakses secara online.
Pada April 1994, nama bookmark "Jerry and David’s Guide to World Wide Web" diganti menjadi Yahoo!, singkatan dari Yet Another Hierarchical Officious Oracle. Domain Yahoo.com dibuat pada 18 Januari 1995.
Pada 1 Maret 1995, setelah menyadari potensi besar situs web mereka, Yang dan Filo mengubahnya menjadi perusahaan resmi pada 2 Maret 1995.
Yahoo! terus berkembang dengan mengakuisisi beberapa mesin pencari lain, seperti Inktomi dan AltaVista.
Pada 2000, Yahoo! mulai menggunakan mesin pencari Google. Namun, dalam empat tahun berikutnya, Yahoo! juga mengembangkan teknologi pencariannya sendiri yang diluncurkan pada 2004.
Pada 2005, Yahoo! meluncurkan Yahoo! Music, yang menawarkan layanan radio internet, video musik, berita, dan program asli. Pada 2007, Yahoo! Music menjadi situs musik online terbesar berdasarkan jumlah pendengar dan total waktu yang dihabiskan.
Untuk menyaingi Gmail yang diluncurkan oleh Google, Yahoo! mulai menawarkan layanan penyimpanan email tanpa batas pada 2007. Meskipun mengalami kesulitan pada 2008, yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja massal dan masalah keuangan dalam beberapa tahun berikutnya.
Pada 2012, Yahoo! merekrut Marissa Mayer sebagai CEO dan presiden, yang sebelumnya berperan penting dalam kesuksesan Google. Meskipun demikian, upaya Mayer untuk mengubah arah Yahoo! tidak menghasilkan perubahan yang signifikan.
Pada 2016, Verizon Communications mengumumkan akan mengakuisisi aset inti Yahoo!, terutama operasi internetnya, dengan nilai sekitar 4,8 miliar dolar Amerika. Namun, akuisisi ini sempat tertunda karena Yahoo! mengalami serangkaian pelanggaran keamanan, yang mengakibatkan tiga miliar akun pengguna Yahoo! disusupi.
Kesepakatan dengan Verizon Communication akhirnya tercapai pada 2017 dengan nilai kompromi sekitar 4,48 miliar dolar Amerika. Yahoo! kemudian menjadi bagian dari Oath, anak perusahaan baru yang dibentuk oleh Verizon.
Saati ini, Yahoo! menjadi salah satu perusahaan internet terkemuka di dunia dengan lebih dari 500 juta pengguna dan kantor cabang di seluruh dunia. Beberapa CEO Yahoo! yang pernah memimpin perusahaan ini antara lain Timothy Koogle (1995-2001), Terry Semel (2001-2007), Jerry Yang (2007-2009), Carol Bartz (2009-2011), Scott Thompson (Januari 2012 - Mei 2012), dan Marissa Mayer (2012-2023).
ANANDA BINTANG I PUTRI INDY SHAFARINA I RISMA DAMAYANTI
Pilihan Editor: Marissa Mayer Raih Rp 307 Miliar Saat Tinggalkan Yahoo!