Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi Signal menjadi perbincangan hari-hari ini. Hal itu setelah terungkap bahwa para pejabat tinggi di pemerintahan Amerika Serikat pimpinan Donald Trump menggunakannya sebagai platform komunikasi. Namun yang menarik perhatian adalah mereka memakai aplikasi ini untuk membahas rencana perang rahasia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dilansir dari Arab News, rencana itu terungkap setelah pemimpin redaksi majalah The Atlantic tanpa sengaja dimasukkan ke dalam grup pejabat elite AS. Majalah itu melaporkannya dalam sebuah cerita yang diunggah daring pada Senin, 24 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Isi rencana itu tentang rincian operasional serangan mendatang terhadap pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman. “Termasuk informasi tentang target, senjata yang akan dikerahkan AS, dan urutan serangan,” kata Pemimpin Redaksi The Atlantic Jeffrey Goldberg.
Di Tanah Air, Signal kurang beken dibandingkan dengan aplikasi perpesanan macam WhatsApp (WA) atau Telegram. Aplikasi ini populer di kalangan pengguna yang mementingkan privasi lebih mendalam. Kendati saat ini berbagai aplikasi sudah mengusung fitur enkripsi, Signal adalah salah satu pelopor sekaligus yang paling privat sejauh ini.
Dilansir dari USA Today, Signal telah digunakan secara luas dalam satu dekade terakhir sejak didirikan 2014. Aplikasi ini telah mendapatkan reputasi sebagai salah satu platform perpesanan paling aman di dunia. Sebab, Signal tidak melacak data pengguna, dan tidak menyimpan metadata apa pun seperti stempel waktu, alamat internet, atau nama grup.
“Alih-alih disimpan di server, semua data yang dibagikan melalui Signal hanya disimpan di perangkat pengguna. Signal juga memberi pengguna kemungkinan untuk menyembunyikan nomor telepon mereka dari orang lain,” tulis laporan USA Today.
Berikut sederet keunggulan fitur keamanan privasi yang ditawarkan Signal:
1. Kunci Layar Bawaan
Dikutip dari Fossbytes, fitur ini mengaktifkan kunci layar untuk melindungi pesan dari akses yang tidak sah. Fitur mendukung autentikasi biometrik di Android dan iOS untuk membuka kunci secara mudah, sehingga tidak memerlukan aplikasi pihak ketiga.
2. Pin Autentikasi Dua Faktor
Signal memiliki PIN lapisan keamanan tambahan untuk menerapkan autentikasi dua faktor. PIN ini akan diperlukan saat instal ulang aplikasi pesan, melakukan pencadangan dan pemulihan, serta verifikasi identitas.
3. Relay Calls
Pengguna Signal dapat melakukan panggilan suara dan video, namun panggilan ini dapat dilacak melalui alamat IP. Pengguna bisa menghindari pelacakan dengan menggunakan fitur Relay Calls, salah satu fitur terbaik dan tersembunyi di aplikasi Signal untuk menjalin komunikasi pribadi.
4. Blokir Tangkapan Layar
Dikutip dari Make Us Of, salah satu fitur terbaik lainnya dari Signal adalah kemampuannya untuk memblokir tangkapan layar di dalam aplikasi. Seperti Snapchat, pengguna dapat mencegah pengguna lain mengambil tangkapan layar dari obrolan atau apa pun di dalam aplikasi.
5. Pewaktu Pesan
Dengan pesan yang menghilang diaktifkan di Signal, pengguna dapat mengatur pewaktu agar pesan otomatis terhapus setelah kedua belah pihak membacanya.
6. Incognito Keyboard
Pengguna bisa mengatur Signal untuk menonaktifkan riwayat yang dipersonalisasi aplikasi keyboard saat mengetik pesan. Fitur ini bekerja dengan semua keyboard utama, seperti Swiftkey, Gboard, dan lainnya.
7. Kustom Notifikasi
Biasanya, ketika pengguna menerima pesan, Signal akan menampilkan nama pengirim dan cuplikan pesan di layar kunci. Namun, jika pengguna lebih suka menerima notifikasi hanya dengan nama pengirim, tanpa cuplikan pesan, Signal menyediakan opsi tersebut.
8. Memburamkan Foto Wajah
Pengguna dapat memilih untuk memburamkan wajah dalam foto sebelum mengirimkannya di Signal. Ini adalah fitur bawaan yang makin meningkatkan privasi.
Ananda Ridho Sulistya dan Muhammad Rafi Azhari berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Mengenali Deretan Fitur di Signal