Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Digital

Riset: Grup WhatsApp Bikin Perawat Baru Lebih Percaya Diri

Berpartisipasi dalam grup WhatsApp, adalah pengalaman positif bagi banyak perawat, terutama bagi mereka yang bekerja di daerah terpencil dan pedesaan.

18 Oktober 2018 | 06.00 WIB

Logo WhatsApp pada layar ponsel. (thenextweb.com)
Perbesar
Logo WhatsApp pada layar ponsel. (thenextweb.com)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Johannesburg - Profesor dari University of Western Cape School of Nursing Felicity Daniels dan Jennifer Chipps telah melakukan penelitian dan mengungkap bahwa pemanfaatan grup WhatsApp telah membuat para perawat bekerja lebih baik dan percaya diri.

Baca: WhatsApp Perbarui Fitur Hapus untuk Semua Orang
Baca: Iklan Status WhatsApp Bakal Hadir di Android, Bagaimana iOS?
Baca: Segera Back Up Data WhatsApp Secara Manual, Ini Sebabnya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Menjadi perawat praktik bukanlah hal yang mudah, meskipun pelatihan dilakukan oleh siswa perawat, transisi ke praktik bisa mengasyikkan, tapi juga menantang dan traumatis. Dan waktu tambahan sangat penting membantu perawat beradaptasi dengan peran baru mereka, satu cara efektif untuk menemukan dukungan itu adalah melalui WhatsApp," ujar Daniels, seperti dilansir laman Iol.co.za, Senin, 15 Oktober 2018.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Mereka melakukan studi eksplorasi yang berfokus pada pengalaman perawat baru tentang dukungan grup WhatsApp. Sebanyak 63 perawat yang baru lulus dalam pengabdian masyarakat dipilih, lalu dibagi menjadi kelompok pedesaan dan perkotaan. Mereka berpartisipasi dalam kelompok dukungan tiga bulan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi.

Menurut Daniels, studi ini menunjukkan efek positif menggunakan grup WhatsApp yang dimoderasi dan menunjukkan beberapa tantangan. Berpartisipasi dalam grup, kata Daniels, adalah pengalaman positif bagi banyak perawat, terutama bagi mereka yang bekerja di daerah terpencil dan pedesaan. Perawat baru mungkin menghadapi berbagai tantangan.

“Tantangan seperti teori dan praktik di mana penempatan klinis mungkin memiliki alat yang lebih sedikit atau berbeda dengan apa yang digunakan perawat," tambah Daniels. "Ada juga tekanan tanggung jawab baru."

Grup-grup WhatsApp yang dimoderasi ditemukan menjadi alat yang mudah digunakan untuk memberdayakan perawat yang baru lulus. Grup tersebut akan menjadi sebuah platform untuk pembelajaran dan berbagi pengetahuan yang berpusat pada moderator, dan berbasis peer-to-peer serta untuk dukungan motivasi dan emosional.

Dalam penelitiannya, Daniels mencatat bahwa peserta mengembangkan ketahanan dan kepercayaan diri dengan terhubung ke rekan-rekan dari sekolah. Isi diskusi juga relevan dengan perkembangan pribadi dan profesional. Mereka merekomendasikan bahwa grup tersebut harus terus digunakan dalam mendukung perawat baru.

"Dengan menggunakan grup WhatsApp kemungkinan masalah tadi bisa dapat diatasi. Tantangan ini tidak terdistribusi secara merata, meskipun peserta pedesaan membutuhkan lebih banyak dukungan daripada yang di perkotaan," lanjut Daniels.

Pengalaman yang diperoleh dari intervensi pertama ini telah menginformasikan pengembangan kurikulum transisi baru berbasis WhatsApp untuk memberdayakan lulusan keperawatan baru. Program transisi online saat ini sedang diujicobakan dan akan diteliti dalam bentuk intervensi berskala lebih besar pada awal 2019.

"Tujuannya adalah untuk menciptakan komunitas praktik profesional yang terbukti mendukung perawat dalam transisi belajar ke dunia kerja menggunakan media sosial mobile, terutama di daerah pedesaan dan terpinggirkan di Afrika Selatan," ujar Chipps, dalam laman resmi University of the Western Cape.

Hal itu, kata Chipp, kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan transisi belajar menjadi pekerja bagi perawat selama program layanan masyarakat dalam skala nasional, sehingga dapat memberikan kekuatan kesehatan masyarakat yang lebih kuat bagi negara.

Simak artikel menarik lainnya tentang pemanfaatan WhatsApp hanya di kanal Tekno Tempo.co

IOL.CO.ZA | UNIVERSITY OF THE WESTERN CAPE

 

Erwin Prima

Erwin Prima

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus